Prabowo Jawab Tudingan MBG Haburkan Uang Negara: Ini Hasil Efisiensi Anggaran

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto menanggapi kritik yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bentuk pemborosan anggaran negara.

Kepala Negara, dalam agenda Groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palmerah, Jakarta, Jumat, menyebut bahwa pendanaan program tersebut justru berasal dari hasil penghematan dan efisiensi belanja pemerintah.

Baca Juga :
Prabowo Tegaskan MBG Untungkan Pengusaha hingga Hidupkan Petani Kecil Sekaligus
Prabowo Klaim Tingkat Keracunan MBG di RI Minim: Kita Lebih Baik dari Jepang dan Eropa

"Mereka meramalkan proyek ini (MBG, red), pasti gagal. Program ini menghambur-hamburkan uang," katanya saat berpidato.

Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo mengungkapkan sejak awal peluncuran program MBG dirinya kerap dituduh menghambur-hamburkan uang negara. Kritik itu, bahkan datang dari sejumlah kalangan terdidik yang meragukan efektivitas program.

Dalam kesempatan itu, Presiden menolak anggapan tersebut dan menegaskan bahwa anggaran MBG diperoleh dari pemangkasan kegiatan yang dinilai tidak produktif.

"Padahal saudara-saudara, uang ini (MBG, red) adalah hasil penghematan, hasil efisiensi dari anggaran yang saya dan tim saya yakin kalau tidak kita hemat, uang ini akan dimakan oleh korupsi, akan dihabis-habiskan untuk memperkaya oknum-oknum pribadi-pribadi," katanya.

Pemerintah, kata Presiden, mengurangi praktik pemborosan seperti rapat, seminar, dan perjalanan dinas yang tidak memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurut Presiden, efisiensi anggaran dilakukan untuk mencegah kebocoran dan potensi korupsi, sekaligus mengalihkan dana negara ke program yang berdampak nyata bagi rakyat, khususnya kelompok ekonomi lemah.

Ia juga menekankan bahwa kritik terhadap kebijakan publik adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun ia menilai program yang menyasar kebutuhan gizi anak-anak dan kelompok rentan seharusnya dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

Presiden menjelaskan, bahwa kekurangan gizi menyebabkan sel-sel tubuh tidak dapat berkembang secara optimal, termasuk sel otak, tulang, dan otot.

Kondisi stunting, menurutnya, juga berkaitan dengan proses pemiskinan yang dialami masyarakat. Saat itu, angka stunting tercatat mencapai sekitar 25 persen dari anak-anak Indonesia. (Ant)

Baca Juga :
Mensos Gus Ipul: Penonaktifan PBI JKN Bukan Instruksi Presiden!
MBG Disebut Buang-buang Uang, Prabowo Janji Jaga Defisit APBN Tak Lebih dari 3%
Prabowo: Banyak Negara dengan PDB Lebih Rendah dari RI, Berani Jalankan Program MBG

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persebaya Surabaya Makin Diunggulkan dalam Bursa Juara, Saingi Persib Bandung dan Persija: Tak Terkalahkan, Tajam, dan Kian Solid
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Sopir Truk Ditembaki OTK saat Kirim Air di Yahukimo Papua, Diduga Ulah KKB
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Dapat Hukuman Berat dari FIFA, Sumardji Mengakui Kesalahan
• 7 jam lalubola.com
thumb
KPK Bakal Dalami Pengakuan Eks Staf Ida Fauziah Terima Uang dan Tiket BLACKPINK
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Syarat Dapat Keringanan Pinjol dan Cara Mengajukannya
• 9 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.