Bekasi: Bus Trans Bekasi Keren (Beken) akan mulai berbayar pada 1 Maret 2026 mendatang. Kebijakan ini diambil setelah aksi protes dari ratusan sopir angkot terkait operasional bus yang baru diluncurkan tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno Bachtiar mengatakan, hal tersebut telah disepakati bersama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Organda (Organisasi Angkutan Darat), dan para sopir angkot.
“Tarif akan mulai diberlakukan pada tanggal 1 Maret 2026. Bersama-sama dengan pemangku kepentingan, Organda, dan angkutan kota lainnya duduk bersama untuk memajukan transportasi perkotaan di Kota Bekasi,” kata Zeno di Bekasi, Kamis, 12 Februari 2026.
Baca Juga :
Selain soal tarif, kata Zeno, kemungkinan akan ada evaluasi tentang titik henti dari Trans Beken dan Trans Patriot. “Mengenai 48 titik henti, tentu tidak tertutup kemungkinan diadakan evaluasi,” ujar Zeno.
Zeno memastikan saat ini kondisi sudah kembali normal dan tidak ada lagi aksi penurunan penumpang Trans Beken maupun Trans Patriot. “Bis kita ini sudah beroperasi secara normal. Kalau lah ada gangguan-gangguan baik teknis maupun hal lainnya, itu tugas kita bersama,” ujar Zeno.
Sejumlah angkot parkir di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi. Metrotvnews.com/Antonio
Sebelumnya, ratusan sopir angkutan kota menutup Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Aksi ini merupakan bentuk protes atas pengoperasian Trans Beken yang dinilai mengancam mata pencaharian mereka.
Sopir angkot bernama Subagus Asep Wahyudi menyampaikan, para pengemudi hanya meminta Pemerintah Kota Bekasi menghapus layanan bus tersebut.
"Ini aksi yang kedua, Pak. Tolong, saya minta Trans Beken itu dihapus saja, cuma itu doang. Ini berapa angkot? Berapa ratus angkot, berapa ratus keluarga yang terlantar. Enggak ada Trans Beken saja sudah enggak ada orang, Pak!" kata Asep.




