Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Aceh
Presiden RI Prabowo Subianto menyalurkan bantuan 1.455 ekor sapi kepada masyarakat terdampak bencana di Aceh.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Tito Karnavian dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan.
Penyerahan bantuan dilakukan bersamaan dengan acara Penyerahan Bantuan Perbaikan Rumah Rusak Ringan (RR) dan Rumah Rusak Sedang (RS) di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat, 13 Februari 2026.
Tito menyampaikan bantuan sapi tersebut diberikan sejalan dengan tradisi meugang yang telah mengakar di tengah masyarakat Aceh, yakni pembagian daging sehari sebelum Ramadan.
“Bapak Presiden juga memberikan bantuan sesuai tradisi yang ada di sini, tradisi meugang, yaitu pembagian daging satu hari sebelum Ramadan. Itu diberikan kepada daerah-daerah yang terdampak di Aceh,” ujar Tito dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Jumat, 13 Februari 2026.
Selain bantuan dari Presiden, Tito juga menyerahkan 25 ekor sapi tambahan dari kepada masyarakat Aceh. Ia menjelaskan anggaran bantuan sapi dari Presiden telah ditransfer kepada kepala daerah terdampak bencana, untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat.
Tito memberikan kewenangan kepada para bupati dan wali kota untuk mengatur mekanisme penyaluran bantuan tersebut. Ia menekankan prinsip utama pembagian, yakni setiap keluarga terdampak bencana harus memperoleh bagian daging secara adil.
“Jadi saya minta kebijakan dari para bupati, wali kota masing-masing, mengaturnya. Saya berikan kewenangan itu,” kata Tito.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mensyukuri bantuan tersebut dan tetap menjaga kerukunan menjelang Ramadan.
Menurutnya, momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas di tengah proses pemulihan pascabencana.
Dalam kesempatan itu, Tito menyampaikan pemerintah terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak, termasuk di Aceh Tamiang.
Ia bahkan berencana kembali ke daerah tersebut pada hari pertama puasa untuk berbuka dan melaksanakan salat tarawih bersama para pengungsi.
“Tujuannya cuma satu, ingin membesarkan hati Bapak/Ibu sekalian bahwa kami bersama Bapak/Ibu sekalian,” tutur Tito.
Editor: Redaktur TVRINews





