Pantau - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya mengejar pelaku penembakan pesawat Smart Air di Korowai, Boven Digoel, Papua Selatan, yang terjadi pada Rabu 11 Februari.
Perintah tersebut disampaikan Kapolri saat ditemui di kawasan Jakarta Barat, Jumat.
“Kami tentunya sudah memerintahkan untuk jajaran kita yang ada di sana untuk melakukan pengejaran, pendalaman karena identitasnya kita juga sudah memiliki gambaran,” ujar Kapolri.
Ia meminta kasus penembakan tersebut dituntaskan agar masyarakat setempat dapat kembali merasa tenang.
Kapolri juga menegaskan pentingnya sinergi antara TNI dan Polri untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Kami minta supaya peristiwa-peristiwa yang terjadi di beberapa hari ini, TNI dan Polri bersinergi untuk mencegah agar jangan sampai terjadi peristiwa-peristiwa selanjutnya,” katanya.
Sebelumnya, Kaops Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Ramadhani menyebut kelompok pelaku penembakan adalah KKB Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah.
Kelompok tersebut dipimpin Elkius Kobak yang berasal dari Yahukimo.
“Memang dari penyelidikan terungkap bahwa pelaku penembakan adalah KKB Kelompok Kanibal dan Semut Merah yang merupakan kelompok asal Yahukimo,” ungkap Faizal.
Ia menjelaskan penegakan hukum telah dilakukan dengan pengerahan tim untuk menangkap para pelaku.
Faizal memastikan proses penyelidikan dan penegakan hukum dilakukan secara terukur dan profesional guna melindungi serta memulihkan rasa aman masyarakat.
Insiden penembakan terjadi saat pesawat Smart Air yang membawa 13 penumpang dari Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, tiba di Lapangan Terbang Korowai pada Rabu 11 Februari.




