KPU Bangladesh mengumumkan kemenangan mutlak kelompok oposisi, BNP, pada Jumat (13/2). Pemimpin mereka, Tarique Rahman, akan ditetapkan sebagai Perdana Menteri Bangladesh selanjutnya.
Rahman adalah putra dari eks PM Khaleda Zia dan eks Presiden Ziaur Rahman. Ayahnya, Ziaur Rahman, tewas terbunuh.
Dalam laporan resminya, KPU Bangladesh menyebut BNP berhasil memperoleh 212 dari 229 kursi. Posisi kedua ditempati partai Islam Jamaat-e-Islami dan koalisinya dengan 77 kursi.
Tarique belum memberikan keterangan resmi usai BNP ditetapkan sebagai pemenang. Ia hanya melambaikan tangan dan melempar senyum kepada awak media ketika meninggalkan rumah untuk salat Jumat.
"Meskipun menang dengan selisih suara yang besar, tidak akan diadakan pawai atau demonstrasi perayaan," kata BNP dalam keterangan resminya pada Jumat pagi, seperti dikutip dari Reuters.
Dengan kemenangan itu, Tarique akan membentuk pemerintahan resmi pertama di Bangladesh setelah kerusuhan besar pada 2024 lalu.
Kerusuhan tersebut berujung pada tergulingnya pemerintahan PM Sheikh Hasina. Runtuhnya pemerintahan itu menyebabkan stabilitas politik, ekonomi, dan industri Bangladesh terguncang.
Sebelum pemilu, pemerintahan sementara Bangladesh dipimpin oleh peraih Nobel, Muhammad Yunus.





