Perusahaan raksasa Meta mengatakan Rusia secara agresif berupaya memblokir penuh layanan aplikasi pesan WhatsApp.
Jubir Meta Platforms kepada Reuters bilang kalau langkah ini dinilai sebagai upaya Rusia mendorong penggunaan platform buatan dalam negeri bernama MAX sekaligus memperketat kontrol terhadap ruang internet nasional.
Untuk diketahui, ketegangan antara Rusia dan perusahaan teknologi asing meningkat sejak invasi Moskow ke Ukraina pada Februari 2022.
Mengetahui bahwa 100 juta rakyatnya menggunakan WhatsApp, pemerintah Rusia kini makin aktif mempromosikan aplikasi MAX.
Baca Juga: Rusia Blokir Total WhatsApp, Dorong Warga Pakai Aplikasi Pesan Lokal
Sejumlah pengkritik menilai MAX berpotensi digunakan untuk melacak pengguna, meski media pemerintah Rusia membantah tudingan itu.
WhatsApp menilai upaya pemblokiran tersebut sebagai langkah Rusia untuk mengalihkan pengguna ke MAX, aplikasi pesan yang diawasi negara.
Sebelumnya, Financial Times melaporkan otoritas Rusia telah menghapus WhatsApp yang memiliki sekitar 100 juta pengguna di negara itu dari daftar direktori daring yang dikelola Roskomnadzor, lembaga pengawas komunikasi negara.
Tahun lalu, Rusia mulai membatasi sebagian panggilan melalui WhatsApp dan Telegram dan Moscow menuduh platform asing tersebut menolak berbagi informasi dengan aparat penegak hukum terkait kasus penipuan dan terorisme.
Pada Desember, Rusia juga memblokir layanan panggilan video FaceTime milik Apple. Pendiri Telegram kelahiran Rusia, Pavel Durov, sebelumnya menyatakan komitmennya untuk tetap melindungi kebebasan berbicara dan privasi pengguna.





