JAKARTA, KOMPAS.TV - Sekretaris Kementerian BUMN 2005-2010, Said Didu mengungkap pembahasan mengenai reformasi Polri yang dilakukan ketika bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Jumat, 30 Januari 2026 lalu.
Ia menyebut pembahasan mendalam mengenai reformasi Polri dalam pertemuan itu.
"Sampai Pak Presiden menanyakan, karena ada Susno Duadji (eks kabareskrim-red), kira-kira yang baik tuh yang mana sih? Apakah polisi itu di bawah langsung Presiden atau di bawah kementerian? Itu Presiden bertanya," ungkapnya dalam program Rosi yang tayang di KompasTV, Kamis (12/2/2026) malam.
Said mengungkap, kesimpulan para tokoh yang hadir pada pertemuan Januari lalu itu mengarah pada penggantian Kapolri untuk reformasi Polri.
"Nuansa pertemuan malam itu kita menyatakan bahwa 'Pak, ini tuntutan publik tentang Kapolri ini tidak bisa diabaikan karena seakan-akan apa pun yang Presiden lakukan, kalau ini tidak dilakukan (penggantian Kapolri), itu seakan-akan Presiden takut kepada Kapolri,' itu intinya," bebernya.
Namun, setelah pertemuan di Kertanegara itu, Said memandang anggapan Presiden takut atau tidak berani mengganti Kapolri terbantahkan.
"Nah, terkonfirmasi lagi setelah itu pertemuan kan saya enam mata dengan beliau dan menyampaikan langkah-langkah yang diambil mereformasi Polri," lanjutnya.
Baca Juga: Said Didu Sebut Prabowo Tidak Tunduk pada Jokowi, Ini Alasannya
Kata Said, ia mendengarkan dengan tekun mengenai rencana Presiden terkait reformasi Polri.
"Jadi saya menyatakan ke publik, rencana Presiden melakukan reformasi Polri itu menurut saya sudah jalan yang benar dan mencapai titik tertentu yang saya oke," katanya.
Said menyayangkan pernyataan Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Habiburokhman mengenai Polri harus di bawah Presiden.
"Apa yang dikatakan oleh Habiburokhman itu menurut saya, ini saya menyayangkan karena Habiburokhman itu Partai Gerindra dan menaikkan menjadi keputusan pleno seakan-akan menekan Presiden, tuntut tidak ada pilihan kecuali bahwa Kapolri harus di bawah Presiden," ucapnya.
"Padahal presiden malam itu masih bertanya yang mana yang terbaik. Nah, saya kasihan Presiden. Janganlah menekan Presiden. Biarkanlah Presiden ngambil keputusan."
Baca Juga: Bertemu Prabowo, Susno Duadji: Kita Sepakat Reformasi Polri Ditandai Reformasi di Pucuk Pimpinan
Pernyataan Habiburokhman soal Polri di Bawah PresidenPenulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV, Antara
- said didu
- prabowo subianto
- reformasi polri
- kapolri
- habiburokman





