jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meresmikan 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 18 gudang ketahanan pangan Polri.
Program itu menjadi bagian dari penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan.
BACA JUGA: Pemerintah Larang Ormas Menggeruduk Dapur SPPG
Prabowo menegaskan MBG bukan program menghambur-hamburkan anggaran.
Dia menyebutkan pembiayaan MBG berasal dari hasil efisiensi belanja negara yang sebelumnya banyak terserap untuk kegiatan tidak produktif.
BACA JUGA: Dana Operasional Belum Cair, Satu SPPG di Antapani Kulon Bandung Terpaksa Tutup
“Uang ini hasil penghematan. Kalau tidak dihemat, habis dimakan pemborosan dan praktik-praktik yang tidak bermanfaat,” tegas Prabowo.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran dinilai Presiden berani mengambil inisiatif di luar tugas pokok kepolisian demi kepentingan rakyat.
BACA JUGA: Pengawas Gizi sampai Aslap SPPG Wajib Tahu Bahan Baku Sebelum Dimasak & Peralatan Layak
Menurut Prabowo, keamanan sejati adalah ketika rakyat tidak lapar dan punya harapan hidup yang lebih baik.
Prabowo mengungkapkan hingga kini MBG sudah menjangkau lebih dari 60,2 juta penerima manfaat dengan dukungan sekitar 23 ribu dapur SPPG di seluruh Indonesia.
Program tersebut disebutnya menjadi langkah konkret pemerintah memerangi stunting dan kemiskinan ekstrem.
Tak hanya berdampak pada kesehatan, MBG juga menggerakkan ekonomi lokal.
Setiap dapur SPPG melibatkan puluhan tenaga kerja dan menyerap hasil produksi petani serta peternak di daerah.
“Ini bukan sekadar memberi makan, tapi membangun peradaban. Tidak ada bangsa yang kuat tanpa pangan,” kata dia.
Ketua Umum Partai Gerindra itu menegaskan pemerintah akan terus memperketat pengelolaan anggaran, menutup kebocoran, dan memastikan program-program pro-rakyat berjalan efektif. (mcr4/jpnn)
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




