Bebas Drama, Begini Cara teman kumparanMOM Atur Screen Time Anak

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Di era digital seperti sekarang, gadget sudah jadi bagian dari keseharian, termasuk buat anak-anak. Mulai dari nonton, main game, sampai bantu aktivitas sekolah, semuanya tak bisa dilepaskan dari gadget.

Meski begitu, screen time yang berlebihan juga bisa berdampak buruk, lho. Anak bisa jadi lebih pasif, cenderung menarik diri, bahkan berisiko mengalami speech delay kalau nggak diawasi dengan baik.

Nah, supaya hal-hal seperti itu nggak terjadi, orang tua perlu lebih aware soal screen time anak. Menurut laman American Academy of Pediatrics, batas main gadget anak usia 2–5 tahun maksimal 1 jam per hari, sementara anak di atas 6 tahun sebaiknya nggak lebih dari 2 jam per hari.

Nah, beberapa member teman kumparanMOM ternyata juga mulai menerapkan aturan serupa di rumah. Supaya screen time si kecil tetap terkontrol tanpa drama berkepanjangan, yuk simak tips dari mereka berikut ini.

Cara teman kumparanMOM Mengatur Screen Time Anak

Mom Amimatul Iklilah (30) biasanya membolehkan anaknya bermain gadget hanya saat sore hari, setelah pulang sekolah atau mengaji di TPQ. Di waktu itu, anak sudah lebih leluasa, jadi bisa main gadget tanpa mengganggu kewajiban sehari-harinya.

Aturan ini juga tetap berlaku saat weekend. Meskipun jamnya lebih fleksibel dan boleh digeser kapan pun, durasinya harus tetap dijaga, sekitar 1–2 jam saja, ya.

Walau anak sudah terbiasa ikut aturan ini, Mom Amimatul mengaku tetap sering menemui drama. Apalagi kalau anaknya sedang main bareng saudara atau teman yang nggak punya aturan screen time. Biasanya, anak jadi ikut terbawa dan minta tambahan waktu.

Nah, untuk menghadapi situasi seperti itu, ia punya trik khusus biar anak nurut. “Kalau udah sampai drama gitu, aku suka kasih dua pilihan yang nggak berhubungan sama gadget. Mau tetap main sama teman tapi tanpa gadget, atau pulang dan main di rumah aja?” jelasnya.

Ia memberikan kedua pilihan tersebut karena tahu anaknya akan selalu memilih tetap main tanpa gadget daripada harus pulang ke rumah. Dengan cara ini, anak bisa lebih fokus bermain dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar tanpa terganggu oleh layar.

Cara serupa juga diterapkan oleh Mom Dinda Aulia (32). Ia membatasi screen time anak maksimal 1–1,5 jam per hari, plus nggak boleh digunakan menjelang waktu tidur.

Menariknya, Mom Dinda juga melibatkan anak dalam proses kontrol diri. Saat waktu screen time hampir habis, ia akan memberi reminder sejak 10 menit sebelumnya.

Lalu anak akan diberi pilihan, "Mau berhenti sekarang atau 5 menit lagi?" Dengan begitu, anak akan belajar untuk mengambil keputusan sekaligus bertanggung jawab dengan waktunya sendiri.

Berbeda lagi dengan Mom Ratri Wulandari (35). Ia lebih fleksibel soal screen time dan menerapkan konsep “gadget sebagai reward”. Jadi, HP baru boleh digunakan setelah PR atau aktivitas anak selesai.

Nah, kalau anak mulai drama minta extra waktu main, Mom Ratri memilih tetap tenang dan nggak langsung marah. “Biasanya aku peluk dulu, terus jelasin pelan-pelan kenapa harus berhenti,” ujarnya. Menurutnya, kalau orang tua ikut emosi, anak justru makin melawan.

Sikap tenang seperti ini memang penting, Moms. Menurut laman The Travel Psychologist, respons kalem saat menghadapi anak marah bisa jadi contoh perilaku yang baik. Anak pun pelan-pelan belajar untuk mengatur emosi dan nggak mudah meledak.

Untuk mengalihkan fokus anak dari gadget, Mom Ratri biasanya mengajak anak melakukan aktivitas yang ia suka. Mulai dari hangout ke tempat favorit, main board game, sampai baca buku cerita sebelum tidur. Karena kadang, aktivitas simpel saja sudah cukup bikin anak lupa sama layar gadgetnya.

Yuk berbagi pengalaman bersama ribuan ibu lainnya di komunitas teman kumparanMOM di kum.pr/mom2


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Utang Tembus Rp 9.637,90 T hingga Akhir Desember, Rasio 40,46% per PDB
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Presiden Prabowo Kagum SPPG Polri Pakai Alat Tes Formalin hingga Sianida
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Soroti Korupsi, Prabowo Lebih Takut Birokrat daripada Kuntilanak
• 1 jam laluokezone.com
thumb
[FULL] Pernyataan Din Syamsuddin Usai Diperiksa Jadi Ahli dr Tifa Cs di Kasus Ijazah Jokowi
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Alkhairaat temui Menteri ATR percepat legalisasi aset
• 17 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.