Liputan6.com, Pidie Jaya - Di tengah proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Pidie Jaya, Ketua Umum Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni), Tri Tito Karnavian, mendorong percepatan masa transisi bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor. Hal itu ia sampaikan saat menyerahkan bantuan kemanusiaan di Gampong Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, Selasa (10/2/2026).
Tri menekankan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut pemulihan fisik, tetapi juga keberlanjutan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Karena itu, koordinasi lintas kementerian dan lembaga sangat krusial agar kebijakan dan bantuan yang diberikan dapat berjalan searah.
Advertisement
Ia menjelaskan bahwa jajaran pemerintah pusat, termasuk kementerian terkait, terus melakukan rapat dan pemantauan lapangan untuk memastikan langkah-langkah penanganan pascabencana benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, Tri menyoroti kondisi sektor pertanian sebagai salah satu dampak paling berat dari bencana, khususnya sawah warga yang tertimbun lumpur dalam skala luas.
“Yang pertama, tentang sawahnya, saya juga melihat, dengan mata kepala saya sendiri, bahwa sawah sebegitu luas, tertimbun lumpur, ya, 1.603 hektare,” katanya.
Selain sawah, kerusakan kebun warga juga dinilai sangat memukul mata pencaharian masyarakat.
“Kemudian juga, sumber mata pencaharian lain, banyak kebun-kebun sudah rusak, sehingga mempengaruhi ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Tri, kondisi tersebut kian berat karena masyarakat tengah bersiap menghadapi bulan Ramadan dan Idul Fitri, sehingga kebutuhan ekonomi rumah tangga semakin mendesak. Situasi inilah yang membuat percepatan bantuan transisi dari pemerintah pusat menjadi krusial untuk menopang daya tahan warga selama masa pemulihan.




