Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jawa Tengah
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menegaskan bahwa Kawasan Widuri Pegandon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, telah menunjukkan perkembangan signifikan setelah memasuki lima bulan masa implementasi sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis kawasan.
Hal itu disampaikan Abdul Haris, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM, dalam kegiatan Sarasehan Multi-Stakeholder untuk monitoring dan evaluasi Program Kawasan Widuri Kendal dan Kawasan Perdesaan Prioritas Sukorejo–Plasma Petik Sari di Desa Wonosari, Pegandon, Kamis, 12 Februari 2026.
Menurut Haris, Kawasan Widuri yang diluncurkan pada 17 September 2025 kini telah memasuki fase penting, di mana berbagai program pemberdayaan mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Kawasan Widuri bukan sekadar proyek, melainkan ruang kolaborasi nyata masyarakat, di mana desa-desa sekitar menjadi penerima manfaat sekaligus pelaku utama pembangunan," ujar Haris dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Jumat, 13 Februari 2026.
Ia menjelaskan, pendekatan berbasis kawasan memungkinkan berbagai intervensi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk terintegrasi dalam satu wilayah, sehingga hasil pembangunan lebih terarah dan berkelanjutan.
Sejumlah capaian telah terlihat di Kawasan Widuri, di antaranya berdirinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendukung Program Makan Bergizi Gratis sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Melalui unit ini, perputaran dana di tingkat kawasan mencapai Rp900 juta hingga Rp1 miliar per SPPG.
Selain itu, telah tumbuh koperasi mandiri masyarakat yang menjadi penggerak aktivitas ekonomi produktif warga. Koperasi ini mendorong warga untuk tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga pelaku utama kegiatan ekonomi.
Haris menilai, perkembangan dalam lima bulan pertama ini menjadi bukti bahwa pendekatan pemberdayaan berbasis kawasan efektif dalam menjawab tantangan kemiskinan dan keterbatasan lapangan kerja di wilayah perdesaan.
Kemenko PM menegaskan, keberlanjutan keberhasilan Kawasan Widuri sangat bergantung pada konsistensi program, koordinasi lintas sektor, serta partisipasi aktif masyarakat agar dampak positif yang telah muncul dapat terus diperluas ke desa-desa sekitar.
Editor: Redaktur TVRINews





