tvOnenews.com - Apakah benar Daejeon JungKwanJang Red Sparks hanya menjadi tim paling lemah di Liga Voli Korea Selatan setelah ditinggal Megawati Hangestri?
Pertanyaan itu mengemuka seiring anjloknya performa Red Sparks pada musim 2025–2026. Setelah dua musim tampil kompetitif dan bahkan menembus laga puncak, kini mereka justru terpuruk di dasar klasemen.
Tanpa sosok yang selama ini menjadi mesin poin dan pembeda di lapangan, Red Sparks seperti kehilangan identitas permainan.
Kepergian Megawati Hangestri Pertiwi memang meninggalkan lubang besar. Bukan hanya soal kontribusi angka, tetapi juga mentalitas dan aura kompetitif yang ia bangun selama dua musim terakhir.
Kini, ketika badai cedera menghantam dan komposisi pemain berubah drastis, Red Sparks seolah harus memulai ulang segalanya.
Namun, benarkah mereka semata-mata menjadi tim terlemah, atau ada proses regenerasi yang tengah dijalankan?
Terpuruk di Klasemen, Red Sparks Kehilangan Identitas
Musim ini menjadi periode sulit bagi Red Sparks. Mereka baru mengoleksi enam kemenangan dan sudah menelan 22 kekalahan.
Total 19 poin yang dikumpulkan membuat mereka tertahan di posisi terbawah, terpaut 14 angka dari Gwangju AI Peppers Savings Bank yang berada tepat di atasnya.
- KOVO
Kondisi tersebut sangat kontras dengan dua musim sebelumnya. Saat masih diperkuat Megawati dan pemain asing Vanja Bukilic, Red Sparks menjelma menjadi kekuatan baru yang disegani.
Mereka bahkan berhasil melaju hingga pertandingan kejuaraan musim lalu, sebuah capaian yang mengangkat kembali nama klub di kancah voli Korea.
Kini, tanpa Megawati, Bukilic, dan pemain senior Pyo Seung-ju, tim asuhan Ko Hee-jin kesulitan memenuhi ekspektasi, terutama dalam pemenuhan kuota pemain asing.
Transisi komposisi skuad tidak berjalan mulus, sementara konsistensi permainan ikut terdampak.
Badai Cedera dan Keberanian Regenerasi
Situasi makin rumit ketika tiga pemain inti mengalami cedera. Dua setter utama, Yeum Hye-seon dan Kim Chae-na, harus menepi, disusul middle blocker Jung Ho-young. Kondisi ini memaksa pelatih Ko Hee-jin melakukan rotasi besar-besaran.




