Presiden Prabowo Subianto meminta membenahi birokrasi di Indonesia. Awalnya, ia menyebut banyak orang pintar di Indonesia adalah orang yang pintar mengakali peraturan.
“Saya kumpulkan pengusaha-pengusaha yang sebagian besar adalah kawan saya sendiri, saya sampaikan, sudahlah kalian sudah besar sudah kaya, patuhi peraturan. Kalian pintar-pintar. Tapi di Indonesia ini orang pintar itu pintarnya pintar mencari peluang, mengatasi peraturan,” ucap Prabowo saat pidato di Indonesia Economic Outlook di Wisma Danantara, Jakarta Pusat, Jumat (13/2).
Prabowo pun meminta agar budaya seperti itu dihilangkan. Beriringan dengan itu, Prabowo juga meminta birokrasi di pemerintahan dibenahi.
“Ini dari sekolah kita belajar. Ini hilangkan budaya itu. Tapi masalahnya pemerintah birokrasi juga harus benar. Kadang-kadang birokrasi yang tidak benar,” ucap Prabowo.
Ia pun mengutip kata-kata Perdana Menteri Inggris era Perang Dunia II, Winston Churcill.
“‘I’m more afraid of my bureaucrats than i’m afraid of Adolf Hitler’. Katanya, but kita gak tau apa benar apa nggak dia mengatakan begitu. Tapi kira-kira semangatnya seperti itu lah,” ucap Prabowo.
Prabowo kemudian berkelakar dengan mengubah kutipan tersebut.
“Saya juga begitu. Mungkin diubah deh aku yang ngomong ya. I’m more afraid of my bureaucrats than i’m afraid of siapa lah, kuntilanak atau siapa gitu,” ucap Prabowo disambut tawa hadirin.
Ia pun melanjutkan, Indonesia harus berbenah dengan membuat Indonesia baru.
“So, kita harus bersihkan, kita harus ada the new Indonesia, the new Indonesia harus tidak boleh ada korupsi,” tegas Prabowo.





