Jakarta: Presiden Prabowo Subianto kembali menggaungkan kembali gagasan Indonesia Incorporated dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026. Digelar di Wisma Danantara, forum tersebut menghadirkan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan mengundang para pelaku bisnis, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Pada forum tersebut, Kepala Negara menegaskan stabilitas politik Indonesia yang akan dijaga dengan baik guna menggaet investasi. Termasuk komitmen pemerintah untuk membuka keran investasi dari manapun.
"Saya namankan saya punya strategi adalah Indonesia Incorporated, yang besar dan kuat, yang menengah, yang kecil, yang kurang, semua bekerja sama," ucap Prabowo dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 yang disiarkan secara langsung pada tayangan Breaking News Metro TV, Jumat, 13 Februari 2026.
Presiden melanjutkan, gagasan Indonesia Incorporated menegaskan langkah pemerintah yang bersih dan adil untuk membantu masyarakat yang lemah dan paling miskin. Ini dilakukan bersama-sama, tanpa terkecuali.
"Kita harus bangkit bersama. Dengan begitu, Indonesia insyaallah nanti bukan saja (membangunkan) raksasa yang tertidur, tapi kita harus bangkit menjadi raksasa yang mampu berdiri dan membangun kehidupan yang lebih baik bagi rakyatnya," tegas Prabowo.
Baca juga: Puji Kinerja, Prabowo Langsung Tantang Danantara Cetak RoA 7%
(Presiden Prabowo Subianto (tiga kanan). ANTARA/HO-Tim Media Presiden Prabowo)
Bahas Indonesia Incorporated dengan 5 pengusaha
Sebelumnya, Prabowo menggelar audiensi bersama lima pengusaha nasional di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa malam, 10 Februari 2026.
Dalam pertemuan yang berlangsung selama empat jam tersebut, Kepala Negara menekankan pentingnya semangat Indonesia Incorporated sebagai bentuk kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha untuk mempercepat pembangunan ekonomi nasional.
"Pembangunan industri harus berdampak langsung bagi rakyat, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat kemandirian bangsa," ujar Prabowo dalam keterangannya, dilansir dari Antara, Rabu, 11 Februari 2026.
Lima pengusaha besar yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Prajogo Pangestu (Barito Pacific Group), Anthony Salim (Salim Group), Franky Widjaja (Sinar Mas Group), Boy Thohir (Adaro Energy), dan Sugianto Kusuma (Agung Sedayu Group).
Selain membahas daya saing nasional, Presiden mengajak para taipan ini untuk memperkuat sektor riil serta mendorong pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi.
Merespons arahan tersebut, para pengusaha menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program strategis pemerintah. Fokus dukungan mereka mencakup pengentasan kemiskinan, peningkatan gizi melalui program makan bergizi gratis, kesehatan, hingga pembangunan rumah subsidi dan kedaulatan energi.
Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB itu diakhiri dengan kesepahaman untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Sinergi ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi visi besar pemerintah dalam mencapai kemandirian bangsa di masa depan.




