Liputan6.com, Jakarta - Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi buka suara terkait munculnya kabar bahwa pihaknya telah menutup pintu restorative justice atau RJ kepada Roy Suryo Cs dalam perkara dugaan pencemaran nama baik dan tudingan ijazah palsu.
Awalnya kabar tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Kami Jokowi, Razman Nasution yang menyatakan Jokowi menutup pintu RJ kepada Roy Suryo Cs.
Advertisement
Meski demikian Jokowi mengatakan bahwa pihaknya tidak seperti yang disebutkan Razman yang menutup pintu maaf untuk tersangka dugaan pencemaran nama baik terkait ijazah Jokowi.
“Enggak (menutup pintu maaf), kalau maaf itu urusan pribadi. Saya kira enggak ada masalah,” kata dia kepada wartawan usai menyaksikan pertandingan babak pertama laga Indonesia Super League Persis Solo vs Madura United di Stadion Manahan, Solo pada Jumat (13/2/2026).
Ketika disinggung apakah ada peluang untuk memaafkan Roy Suryo Cs dalam perkara tersebut, ia pun buru-buru mengatakan bahwa urusan maaf memaafkan merupakan urusan pribadi.
Meski demikian untuk urusan hukum yang sedang berproses, masih kata Jokowi, tetap harus dilanjutkan.
“Enggak ada masalah maaf memaafkan kan urusan pribadi, urusan hukum kan lain,” tegasnya.
Sedangkan jika semisal ketiga tersangka tersebut mengikuti jejak Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis yang mendatangi kediamannya untuk meminta maaf, Jokowi pun emoh berandai-andai dan hanya menjawab singkat. “Kan misal,” ujar Jokowi sambil tertawa.




