Grid.ID - Shanty lakukan gebrakan baru di karya terbarunya. Lagu I Do memiliki konsep hingga manifesting ajaib dengan kisah hidup Shanty.
Imej perfeksionis dan detail selama ini melekat pada sosok penyanyi Shanty. Selama hampir 30 tahun berkarya di industri musik Tanah Air, Shanty dikenal sebagai artis yang selalu memegang kendali penuh atas karya-karyanya, mulai dari aransemen musik hingga jadwal produksi.
Namun, di tahun 2026 ini, ada yang berbeda darinya. Ia tak mengatur segalanya, Shanty justru pasrah dan membiarkan keajaiban bekerja dalam proyek terbarunya.
Adapun Shanty baru saja merilis singel terbarunya yang berjudul “I Do” pada Jumat (13/2/2026). Lagu ini menjadi sangat personal bagi Shanty karena liriknya merupakan manifestasi dari tulisan di buku jurnal pribadinya.
Shanty mengungkapkan rahasia di balik perubahan sikapnya. Di usia yang matang, ia menyadari bahwa sebagai wanita mandiri, ia harus memuliakan dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum menuntut orang lain melakukannya. Prinsip self-love inilah yang menjadi nyawa dari lagu I Do.
"Saya pengen cinta yang menaruh saya di atas pedestal kayak Queen. So I treat myself first like a Queen (Jadi saya perlakukan diri saya dulu seperti Ratu)," kata Shanty dalam jumpa pers secara daring, Jumat (13/2/2026).
"Saya set standar untuk cinta yang saya inginkan dalam hidup saya," lanjutnya.
Ia ingin menularkan semangat kepada para wanita bahwa kebahagiaan tidak harus menunggu datangnya pasangan. Kebahagiaan itu diciptakan sendiri.
Perubahan mindset Shanty ini pun berdampak besar pada proses kreatifnya. Jika biasanya ia sibuk dengan timeline dan konsep, kali ini Shanty mempercayakan visualisasinya pada tim lokal di Bali dengan persiapan super kilat. Bahkan, video klip I Do digarap hanya dalam waktu 5 hari persiapan.
"Biasanya saya tuh sangat micromanage, nentuin timeline, nentuin ini itu. Kali ini saya let go," curhat mantan VJ MTV tersebut.
Shanty memboyong tim produksi lokal Bali, mulai dari Production House (PH), seniman, hingga penari latar.
"Selama ini selalu diterbangkan tim dari Jakarta. Tapi begitu saya ngomong ini, di project ini semuanya adalah orang-orang yang based di Bali," tandas wanita 47 tahun itu.
Single “I Do” sudah dapat dinikmati di seluruh platform musik digital mulai 13 Februari 2026.(*)
Artikel Asli




