Profil Rina Marlina, Mantan ART dan Tukang Ojek yang Sukses Jadi Atlet Para Bulutangkis

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita
Grid.ID- Perjalanan hidup Rina Marlina bukan sekadar kisah tentang olahraga, melainkan tentang perjuangan melawan keterbatasan. Bagi yang belum mengenali sosoknya, inilah profil Rina Marlina, atlet yang berhasil menyumbang emas untuk Indonesia.

Atlet para bulu tangkis asal Tasikmalaya, Jawa Barat, ini tumbuh dalam kondisi ekonomi sulit sejak kecil. Kehilangan ayah saat duduk di kelas 3 SD membuat hidupnya berubah drastis.

Ia hanya mampu menempuh pendidikan hingga Sekolah Dasar sebelum akhirnya bekerja sebagai asisten rumah tangga dan tukang ojek. Namun, keterbatasan tak memadamkan mimpinya untuk berdiri di tengah lapangan bulu tangkis.

Kini, namanya dikenal sebagai peraih hattrick medali emas ASEAN Para Games. Lebih lengkapnya, berikut profil Rina Marlina, sebagaimana kami himpun dari Tribun Madura dan Kemenpora.go.id, Jumat (13/2/2026).

Profil Rina Marlina

Profil Rina Marlina menjadi inspirasi banyak orang karena ketekunan dan mental baja yang ia miliki. Perempuan yang akrab disapa Lina ini tampil impresif di nomor SH6 dan sukses mengharumkan nama Indonesia di ajang ASEAN Para Games.

Pada ASEAN Para Games 2022 di Solo, Rina Marlina meraih dua medali emas. Di partai final tunggal putri SH6, ia mengalahkan wakil Thailand, Saeyang Chai, dalam dua gim langsung. Kemenangan itu turut memastikan Indonesia keluar sebagai juara umum.

Tak berhenti di situ, pada ASEAN Para Games 2025 di Thailand, Rina Marlina kembali menunjukkan dominasinya. Ia meraih emas nomor Women’s Single SH6 usai menaklukkan wakil tuan rumah dengan skor telak 21-5 dan 21-1 di SPADT 80th Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima. Raihan tersebut menjadikannya mencatatkan hattrick emas APG secara berturut-turut.

Kehilangan Ayah dan Putus Sekolah

Dalam profil Rina Marlina, kisah masa kecilnya menjadi bagian yang paling menyentuh. Ia merupakan anak tunggal. Ayahnya meninggal dunia saat ia duduk di bangku kelas 3 SD. Sejak saat itu, beban hidup keluarga bertumpu pada sang ibu.

Kondisi ekonomi yang sulit membuat Rina Marlina hanya mampu menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SD. Setelah lulus pada 2009, ia langsung bekerja demi membantu ibunya.

 

Ia pernah menjadi asisten rumah tangga dengan upah sekitar Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu per bulan. Selain itu, ia juga menjadi tukang ojek untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meski hidup dalam keterbatasan, Rina Marlina tak pernah menyerah pada keadaan.

Awal Mula Mengenal Bulu Tangkis

Sejak kecil, Rina Marlina sebenarnya sudah mengenal olahraga bulu tangkis secara autodidak. Di depan rumahnya terdapat sebuah GOR tempat warga bermain. Awalnya ia tidak percaya diri karena postur tubuhnya kerap menjadi bahan ejekan.

 

Ia memilih menjadi wasit di turnamen antarkampung dan dibayar Rp 2.000 per game untuk uang jajan. Rasa penasaran membuat Rina Marlina meminjam raket saat para pemain beristirahat dan mencoba bermain.

Karena belum mampu membeli raket, ia berlatih menggunakan piring seng untuk memukul shuttlecock. Piring itu akhirnya rusak dan ia sempat dimarahi ibunya. Tak kehabisan akal, ia membuat raket dari tutup cat dengan gagang kayu.

Melihat kesungguhan anaknya, sang ibu akhirnya membelikan raket seharga Rp 100 ribu dari hasil berdagang cimol keliling sekolah. Momen itu menjadi titik balik dalam profil Rina Marlina sebagai calon atlet.

Direkrut NPC dan Masuk Pelatnas

Perjalanan profesional Rina Marlina dimulai pada 2018. Saat mengikuti turnamen antarkampung di Tasikmalaya, ia bertemu dengan Ukun Rukaendi, atlet para bulu tangkis asal daerah yang sama. Dari pertemuan itu, Rina Marlina ditawari bergabung dengan NPC Indonesia.

Ia mengikuti seleksi pada Kejuaraan Nasional di Solo dan pada 2019 resmi bergabung ke Pelatnas. Sebelumnya, ia juga meraih emas di ajang Peparda Bogor dan Kejurnas 2019.

ASEAN Para Games 2022 menjadi debut internasionalnya, Rina Marlina pun langsung mencatatkan prestasi gemilang dengan dua medali emas di nomor tunggal putri dan ganda campuran bersama Subhan.

Di balik kesuksesan Rina Marlina, terdapat peran besar sang ibu yang terus menyemangatinya agar tidak minder. Rina mengaku tak pernah menyangka bisa tampil di ajang internasional hingga berpeluang tampil di Paralimpiade.

Kini, di usia 33 tahun, Rina Marlina masih menyimpan ambisi besar. Ia menargetkan tampil di Asian Para Games Jepang serta lolos kualifikasi Paralimpiade Los Angeles 2028. Ia berharap bisa kembali mempersembahkan medali emas untuk Indonesia.

Itulah profil Rina Marlina adalah bukti bahwa mimpi bisa tumbuh dari keterbatasan. Dari mantan ART dan tukang ojek dengan pendidikan SD, ia menjelma menjadi atlet kebanggaan bangsa. Kisahnya mengajarkan bahwa kerja keras, doa ibu, dan keyakinan diri mampu mengubah jalan hidup seseorang secara luar biasa. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tipu Calon Jemaah Umrah, Mutawif di Serang Ditangkap Polisi
• 7 jam laludetik.com
thumb
Inara Rusli Terharu Bertemu dengan sang Anak: Akhirnya Memeluk Kembali
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Kelas Vokal dan Ngonten dengan AI Paling Ditunggu Peserta Suara Surabaya Academy
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Sinopsis Drama China Love You Seven Times, Takdir Cinta Tujuh Kehidupan Dewa dan Peri yang Bikin Baper Sekaligus Penasaran!
• 13 jam lalugrid.id
thumb
Eks Ketua PN Jaksel Ajukan Kasasi Vonis 14 Tahun Penjara di Kasus Migor
• 4 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.