Konsekuensi Kepemilikan Kapal Induk Garibaldi setelah Kepastian Hibah dari Italia

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

Sebuah video yang mengulas aktivitas di kapal induk Giuseppe Garibaldi diunggah oleh Angkatan Laut Italia melalui Youtube, pertengahan 2011. Sejak tahun lalu, rencana Indonesia mengakuisisi kapal induk ringan itu, tersiar. Rencana itu pun kini mendekati kenyataan.

Dari proses negosiasi terbaru, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menyebut, kapal tersebut akan dihibahkan oleh Italia, sehingga tak perlu ada anggaran negara yang dikeluarkan untuk membelinya. TNI Angkatan Laut bahkan menargetkan kapal itu sudah ada di Indonesia sebelum peringatan HUT TNI pada 5 Oktober 2026. Meski demikian, pemerintah diingatkan terkait pengoperasian kapal induk yang berpotensi membawa konsekuensi logistik dan anggaran yang masif.

Kepastian bahwa Italia akan menghibahkan ITS Giuseppe Garibaldi-551 ke Indonesia disampaikan oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rico Sirait. ”Giuseppe Garibaldi merupakan hibah dari Pemerintah Italia,” katanya, Jumat (13/2/2026).

Dengan demikian, tidak perlu ada anggaran negara untuk membelinya. Kalaupun anggaran negara dikeluarkan semata untuk kebutuhan peremajaan dan penyesuaian sistem (retrofit). Hal ini krusial agar teknologi kapal buatan tahun 1980-an tersebut relevan dengan doktrin dan kebutuhan operasi TNI Angkatan Laut saat ini.

”Anggaran yang disiapkan Pemerintah Indonesia dialokasikan untuk kebutuhan retrofit atau penyesuaian agar sesuai kebutuhan operasi TNI, khususnya TNI AL,” kata Rico.

Peremajaan Giuseppe Garibaldi ini setelah seluruh proses administrasi hibah dinyatakan lengkap dan memenuhi ketentuan perundang-undangan. Hal itu untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam proses alih teknologi alutsista strategis tersebut.

Giuseppe Garibaldi merupakan hibah dari Pemerintah Italia.

Siapkan awak

Selain aspek teknis kapal, Kemhan bersama Markas Besar TNI juga tengah menyiapkan sumber daya manusia sebagai awak kapal. Pengoperasian kapal sekelas carrier itu membutuhkan kualifikasi khusus yang berbeda dengan kapal kombatan biasa.

Para calon awak nantinya akan menjalani pelatihan intensif, kemungkinan besar melibatkan pihak Angkatan Laut Italia, sebelum membawa pulang kapal berbobot lebih dari 10.000 ton tersebut ke perairan Nusantara.

Pada Kamis (12/2/2026), Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali berharap Garibaldi sudah tiba di Indonesia sebelum peringatan HUT TNI pada 5 Oktober 2026.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama (Laksma) TNI Tunggul sempat menyampaikan, kehadiran kapal induk itu untuk kepentingan misi operasi militer selain perang, terutama misi kemanusiaan. Namun demikian, tidak tertutup kemungkinan, dengan spesifikasi kapal itu, bisa juga digunakan untuk misi operasi perang.

Untuk diketahui, Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk ringan pertama yang dibangun Italia dan mulai bertugas pada 1985. Kapal ini memiliki panjang 180 meter dengan bobot penuh mencapai 13.850 ton.

Dalam sejarah operasionalnya, Garibaldi mampu membawa pesawat tempur jenis Short Take-Off and Vertical Landing (STOVL) AV-8B Harrier II dan berbagai jenis helikopter.

Masuknya Giuseppe Garibaldi akan menempatkan Indonesia sebagai salah satu dari sedikit negara di Asia yang mengoperasikan kapal induk atau kapal pengangkut helikopter berukuran besar, setara dengan Hyuga-class milik Jepang atau Dokdo-class milik Korea Selatan.

Baca JugaGiuseppe Garibaldi, Akankah Menjadi Kapal Induk Pertama Indonesia?
Doktrin pertahanan RI

Meski kehadiran Garibaldi terlihat mentereng, pengamat militer dari Binus University, Tangguh Chairil, mengingatkan bahwa penerimaannya secara hibah perlu dikaji secara kritis, terutama terkait tujuan strategisnya.

Pertama, fungsi utama kapal induk sejatinya adalah proyeksi kekuatan ke luar wilayah teritorial alias ofensif. Hal ini dinilai tidak sepenuhnya sejalan dengan doktrin pertahanan Indonesia yang selama ini bersifat defensif aktif. ”Sebenarnya Indonesia tidak butuh kapal induk karena doktrin defensif tidak membuat kita butuh proyeksi power eksternal,” ucapnya.

Selain itu, ia menyoroti alasan penggunaan kapal tersebut untuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP), seperti bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Menurut dia, fungsi angkut personel dan logistik tersebut sebenarnya sudah bisa diakomodasi oleh armada kapal amfibi atau Landing Platform Dock (LPD) yang dimiliki TNI AL.

”Kapal-kapal rumah sakit kita juga desainnya dari LPD. Jadi, beli kapal induk ini saya rasa tujuannya bukan cuma untuk dukung OMSP. Saya menduga ada keinginan menggunakan Garibaldi untuk operasi militer perang di masa depan atau meningkatkan kemampuan proyeksi kekuatan,” ujarnya.

Baca JugaMenakar Ambisi Memiliki Kapal Induk, Gengsi atau Kebutuhan?

Lebih jauh, Tangguh mengingatkan, pengoperasian kapal induk membawa konsekuensi logistik dan anggaran yang masif. Kapal induk tidak bisa beroperasi sendirian, melainkan membutuhkan gugus tempur (carrier strike group) yang terdiri dari kapal pengawal (escort) seperti kapal perusak, fregat, kapal selam, hingga kapal logistik.

”Karena keterbatasan anggaran, saya rasa kita tidak akan sampai ke sana dalam waktu dekat. Kecuali alasannya karena hibah, jadi kita tidak keluar anggaran selain untuk peremajaan, berarti mungkin tujuannya ’aji mumpung’ saja,” tutur Tangguh.

Baca JugaKRI Brawijaya Buatan Italia Segera Perkuat Armada TNI AL, Apa Keunggulannya?

Terakhir, Tangguh mempertanyakan efektivitas usia pakai (service life) kapal tersebut. Mengingat Giuseppe Garibaldi dibangun pada awal 1980-an, masa operasionalnya tentu terbatas dibandingkan kapal induk bertenaga nuklir.

”Dengan peremajaan, sampai tahun berapa TNI AL bisa me-maintain kapal ini terus operasional?” tanya Tangguh.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Konser Comeback BTS di Inggris Pecah Rekor, Tiket Ludes 30 Menit
• 20 jam lalugenpi.co
thumb
Putra Presiden Turkiye Necmeddin Erdogan Jadi Dewan Penasehat Pemuda Masjid Dunia
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Zero ODOL Berlaku Januari 2027, Pemerintah Tak Lagi Hanya Sasar Sopir
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Amran Ultimatum Pengusaha Nakal: Jual di Atas HET, Izin Dicabut
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Pasar India Berikan Potensi Transaksi Pariwisata Signifikan Bagi RI
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.