REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah RI (Menhaj), M Irfan Yusuf bertolak ke Arab Saudi pada Kamis (12/2/2026) untuk menghadiri undangan Saudi-Indonesia Umrah Co-Exchange Forum dari Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi.
Dalam kunjungannya ini, ia juga akan meninjau langsung kesiapan pelayanan haji 2026.
Baca Juga
Nama Presiden Donald Trump Muncul Lebih dari Satu Juta Kali dalam Dokumen Epstein
Populasi Israel Merosot Tajam dan Bocornya Percakapan Eks PM Israel dengan Epstein
Warganet Heboh Epstein Jalan-Jalan di Tel Aviv, Benarkah Masih Hidup? Ini Penelusuran Aljazeera
Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memastikan bahwa seluruh aspek layanan mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga layanan kesehatan dan perlindungan jamaah dipersiapkan secara matang, terukur, dan berorientasi pada kenyamanan serta keselamatan jamaah. Selama di Saudi, menteri yang akrab dipanggil Gus Irfan ini dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi guna membahas penguatan kerja sama teknis penyelenggaraan haji dan umrah. .rec-desc {padding: 7px !important;}
Pembahasan mencakup peningkatan kualitas layanan berbasis standar pelayanan prima, optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam sistem haji dan umrah, serta penguatan koordinasi operasional menjelang musim haji 2026.
Partisipasi Indonesia dalam forum Umrah Exchange juga dimanfaatkan untuk memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai penyedia layanan (service providers) di Arab Saudi.
Hal ini penting untuk memastikan jamaah haji Indonesia mendapatkan fasilitas terbaik, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan jamaah, khususnya lansia dan kelompok rentan.
Gus Irfan juga dijadwalkan meninjau sejumlah titik layanan utama di Makkah dan Madinah, termasuk kesiapan hotel, katering, serta sistem transportasi jamaah.