tvOnenews.com - Nama Luke Vickery mendadak menjadi buah bibir di kalangan pencinta sepak bola nasional. Winger muda yang kini merumput bersama Macarthur Bulls FC itu memberi sinyal terbuka untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Pemain berdarah Medan tersebut bahkan disebut sudah menjalin komunikasi awal dengan pelatih anyar Garuda, John Herdman.
Isu ini semakin hangat karena Vickery bukan sekadar pemain biasa. Ia dikenal sebagai penyerang sayap yang bisa mengisi tiga posisi di lini depan: kanan, kiri, hingga striker tengah.
Fleksibilitas itulah yang membuat namanya relevan dengan proyek pembaruan skuad Merah Putih di era baru Herdman.
- Tangkapan layar YouTube Timnas Indonesia
Luke Vickery saat ini bermain untuk Macarthur Bulls FC dan tampil cukup konsisten di kompetisi domestik Australia serta ajang Asia. Peran naturalnya adalah winger kanan, namun ia juga efektif beroperasi di sisi kiri maupun sebagai penyerang tengah.
Keunggulan utama Vickery terletak pada kecepatan, akselerasi, dan kemampuannya membaca ruang. Ia piawai melakukan penetrasi dari sisi lapangan maupun menusuk langsung ke jantung pertahanan lawan. Adaptasinya bersama Macarthur terbilang cepat, terbukti lewat kontribusinya musim ini.
Dalam 17 pertandingan, ia sudah mencetak lima gol. Salah satu penampilan paling mencolok terjadi saat Macarthur melumat Melbourne City 6-2, di mana Vickery ikut menyumbang gol penting.
Sebelum bergabung dengan Macarthur, ia lebih dulu memperkuat Western United di A-League. Pada musim 2024/2025, ia membukukan satu gol dan satu assist dari 11 penampilan di kasta tertinggi sepak bola Australia.
- macarthurfc.com
Performa tersebut membuat namanya mulai diperhitungkan di level internasional. Apalagi, secara regulasi, Vickery memiliki tiga opsi negara untuk dibela: Australia, Amerika Serikat, dan Indonesia.
Darah Medan dan Komunikasi dengan Herdman
Faktor yang membuat publik Indonesia semakin antusias adalah latar belakang keluarganya. Vickery memiliki garis keturunan Indonesia dari sang nenek di jalur ibu yang lahir di Medan, Sumatera Utara.
Neneknya disebut memiliki darah Belanda dan Hindia Belanda sebelum akhirnya bermigrasi ke Belanda dan menetap di Amerika Serikat.




