Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyampaikan dirinya ingin maju sebagai caleg di dapil Papua pada 2029. Ia mengungkap alasannya.
Bahlil awalnya bicara terkait target Golkar di Pemilu 2029 yakni menambah suara. Ia menilai target tersebut tidak berlebihan.
"Target kita enggak usah muluk-muluk lah. Target kita nambah kursi. Sekarang 102 kursi. Pasca Bang Akbar (Akbar Tandjung), Bang Akbar itu kan dua kali Pemilu. Pemilu 1999 ketika Partai Golkar mau dibubarkan, dia masih nomor dua. 2004 kita langsung nomor satu. Iya kan, Bang kan? Itu dengan Paradigma Baru Partai Golkar. Setelah itu, turun terus. Turun terus. Ini baru naik lagi," kata Bahlil saat beri sambutan di DPP Partai Golkar, Jakbar, Jumat (13/2/2026).
Ia kemudian mengaku ingin maju caleg di dapil Papua. Ia pun menyinggung ketum partai lain yang menginginkan banyak hal dari pemerintah.
"Jadi, saya jujur aja karena untuk itu, saya Caleg. Eh wartawan kamu jangan tanya-tanya saya mau apa lagi ya. Caleg, ya. Jangan kamu bikin seperti Ketum Partai lain mau jadi ini jadi ini. Enggak. Saya Caleg. Saya Caleg Dapil Papua," ucap Bahlil.
Ia lalu mengungkap alasannya mau nyaleg. Ia menyebut Golkar belum punya kursi di dapil Papua.
"Kenapa saya Caleg Dapil Papua? Karena Dapil itu tidak ada kursi. Enggak ada kursi kita," ujar dia.
Ia lantas mengajak jajarannya untuk turun bekerja. Ia bahkan akan mewajibkan seluruh kader Golkar nyaleg.
"Kalau petarung ya turun bermain di lapangan. Jangan petarung cuma tulis, omon-omon. Ah itu di Golkar enggak butuh terlalu banyak omon-omon karena semua ahli omon-omon. Semua ahli. Dan besok saya akan wajibkan, semua kader Partai Golkar yang ada di Kabinet, kalau aturan memungkinkan dan Insyaallah memungkinkan, itu kita semua turun ikut Caleg. Membesarkan partai ini. Loh harus kerja dong," tutur Bahlil.
(maa/azh)





