Imlek 2026 Tahun Kuda Api, Sektor IT hingga Pariwisata Diprediksi Bersinar

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA-Tahun Baru Imlek 2026 menandai masuknya Tahun Kuda Api. Dalam perspektif feng shui, tahun ini dipenuhi energi ambisi, percepatan, dan kompetisi tinggi yang disebut membuka peluang sekaligus risiko bagi pelaku usaha yang tak mampu mengendalikan ekspansi.

Pakar feng shui Yulius Fang mengatakan, tahun Kuda Api mempertemukan unsur api kecil dan api besar yang menciptakan energi berlapis. Karakter tersebut mendorong semangat agresif dalam mengejar pencapaian.

“Ini tahun dengan dorongan sangat kuat untuk cepat berhasil. Orang ingin hasil instan, ingin terlihat unggul,” ujarnya. Namun, menurut dia, energi tersebut juga membawa potensi emosional dan keputusan impulsif dalam bisnis.

Di tengah dinamika tersebut, Yulius memaparkan sektor usaha berbasis elemen Air dan Kayu berpotensi mencatat performa lebih baik dibanding sektor lain. Kedua elemen ini dinilai lebih adaptif terhadap gejolak dan mampu mengikuti arus perubahan.

Sektor berbasis elemen Air yang diprediksi moncer antara lain teknologi informasi (IT) dan software, media digital, pariwisata, hotel, transportasi, serta bisnis kafe dan restoran. Industri jasa yang mengandalkan mobilitas dan konektivitas dinilai sejalan dengan karakter pergerakan tahun ini.

“IT dan software masuk kategori yang bagus. Selama tren industrinya kuat, peluangnya juga lebih terbuka,” kata Yulius. Teknologi kecerdasan buatan (AI), khususnya yang berbasis layanan dan solusi, juga dinilai masih berada dalam spektrum positif.

Baca Juga

  • Harga Pangan Kompak Naik Jelang Libur Imlek 2026
  • Jadi Puncak Imlek, Ini Sejarah dan Tradisi Cap Go Meh di Indonesia
  • Stok BBM SPBU Shell Masih Kosong Menjelang Libur Imlek 2026

Sementara itu, elemen Kayu mencakup bisnis tekstil dan fashion, kesehatan, perkebunan, kehutanan, furniture, logistik, hingga produk herbal. Sektor-sektor ini dinilai memiliki pola pertumbuhan yang lebih organik dan berkelanjutan di tengah kompetisi ketat.

“Yang penting melihat tren industrinya. Kalau industrinya memang sedang bagus dan prospeknya kuat, silakan berkembang. Tapi jangan asal lompat tanpa kalkulasi,” ujarnya.

Sebaliknya, sejumlah sektor dinilai berpotensi menghadapi tantangan lebih berat. Industri otomotif, elektronik, alat berat, produk logam, pertambangan mineral, hingga sektor spekulatif seperti kripto disebut lebih rentan terhadap fluktuasi dan tekanan pasar.

Energi api yang dominan juga berpotensi memicu fenomena “bragging economy”, yakni kecenderungan mengejar pertumbuhan cepat demi citra. Dalam konteks bisnis, hal ini dapat mendorong ekspansi agresif tanpa fondasi yang matang.

“Seperti kembang api, meledak cepat lalu redup. Yang bisa bertahan justru yang konsisten,” kata Yulius, menegaskan bahwa strategi bertahap dan terukur akan lebih relevan di Tahun Kuda Api.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Gaungkan Konsep Indonesia Incorporated untuk Dorong Ekonomi
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ekspor Daihatsu 2025 Tumbuh Positif di Tengah Pasar Domestik yang Lesu
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Peduli Pidie Jaya, Seruni Turun Langsung Serahkan Bantuan dan Percepat Masa Transisi Pemulihan
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
KPK Sita 5 Koper Berisi Uang Rp 5 Miliar Terkait Kasus Impor Bea Cukai
• 10 jam lalukompas.com
thumb
1.618 Siswi Siap Jadi Bintang Hebat di MLSC Solo Seri 2 2025/26
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.