Hong Kong Perkuat Posisi sebagai Pusat Family Office Asia, Tawarkan Akses Strategis ke China

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Hong Kong terus memperkuat posisinya sebagai pusat pengelolaan kekayaan dan family office di Asia dengan menonjolkan kekuatan ekosistem investasi jangka panjang, kedalaman pasar modal, serta akses strategis ke China. Hal tersebut disampaikan Global Head of Family Office InvestHK, Jason Fong.

Jason mengatakan InvestHK berperan menarik investasi asing langsung ke Hong Kong sekaligus membantu investor internasional memanfaatkan Hong Kong sebagai pintu masuk ke pasar Asia, khususnya China. Di sisi lain, Hong Kong juga berfungsi sebagai platform bagi perusahaan dan investor lokal untuk berekspansi ke pasar global.

“Kami membawa investor masuk ke Hong Kong, dan melalui Hong Kong mereka dapat masuk ke ekonomi terbesar kedua di dunia. Pada saat yang sama, kami juga membantu pelaku usaha Hong Kong terhubung dengan pasar internasional,” ujarnya, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga: Bank Amar Setor Informasi UBO ke Bursa, Tolaram Family Trust Pegang Kendali Penuh

Ia menegaskan Hong Kong bukan pemain baru dalam industri family office. Selama lebih dari satu abad, Hong Kong telah menjadi basis pengelolaan kekayaan keluarga bisnis global di Asia. Pengalaman historis tersebut berkembang menjadi ekosistem lengkap yang mencakup bankir, manajer kekayaan, penasihat pajak, konsultan hukum, hingga penasihat filantropi dan tata kelola keluarga.

Family office pada dasarnya adalah tentang legacy. Bagaimana kekayaan dan nilai keluarga dapat bertahan lebih dari satu generasi,” kata Jason.

Jason juga menyoroti masih adanya persepsi kurang tepat terhadap Hong Kong di kalangan investor Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Menurutnya, pemberitaan media yang menekankan fluktuasi pasar jangka pendek kerap mengaburkan kekuatan fundamental ekonomi Hong Kong yang dinilainya tetap solid.

“Pasar selalu bergerak dalam siklus. Yang penting adalah fundamentalnya tetap kuat dan sistemnya bekerja dengan baik,” ujarnya.

Ia menilai investor family office seharusnya fokus pada stabilitas sistem, infrastruktur finansial, serta kebijakan jangka panjang, bukan semata pergerakan indeks pasar. Dalam konteks ini, Jason melihat investor Indonesia semakin rasional dengan menekankan keberlanjutan bisnis keluarga dan kesinambungan lintas generasi.

Terkait persaingan regional, Jason menilai Hong Kong dan Singapura tidak selalu berada dalam posisi kompetitif langsung. Banyak family office global justru memiliki kehadiran di kedua kota dengan fungsi yang berbeda. Menurutnya, anggapan bahwa investor Asia Tenggara harus menjadikan Singapura sebagai satu-satunya pilihan perlu ditinjau kembali.

“Investor seharusnya melihat pilihan secara menyeluruh. Asia cukup besar untuk memiliki lebih dari satu pusat keuangan,” katanya.

Baca Juga: Laporan ke Prabowo, Airlangga Sebut Pasar Modal Sudah Rebound dan Stabil

Jason juga mengungkapkan tren investasi di kalangan family office, termasuk dari Indonesia, yang semakin beragam. Minat generasi penerus terhadap digital asset, Web3, dan portofolio berbasis teknologi terus meningkat. Selain itu, diversifikasi aset meluas ke logam mulia, seni, hingga digital art dan NFT. Hong Kong, sebagai salah satu pusat transaksi seni terbesar di dunia, dinilai menawarkan peluang investasi alternatif bagi investor dengan aset besar.

Jason menekankan kedalaman pasar modal sebagai pembeda utama Hong Kong dibandingkan yurisdiksi lain. Dengan lebih dari 2.700 perusahaan tercatat dan nilai transaksi harian yang besar, Hong Kong menyediakan variasi produk investasi yang luas bagi investor global.

Capital market adalah faktor kunci. Tanpa pasar modal yang kuat, sulit menciptakan variasi peluang investasi bagi investor global,” ujarnya.

Dengan kombinasi ekosistem family office yang matang, akses langsung ke China, serta posisi sebagai pusat pasar modal Asia, Hong Kong dinilai tetap menjadi salah satu destinasi utama bagi keluarga bisnis Indonesia yang ingin memperluas investasi secara regional dan global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
(megapol)Bonatua Terima Salinan Ijazah Jokowi dari KPU Jakarta, Pertanyakan Soal Tidak Ada Tanggal Legalisasi
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Meksiko Kirim 897 Ton Bantuan ke Kuba di Tengah Krisis Bahan Bakar dan Tekanan Tarif AS
• 14 jam lalupantau.com
thumb
10 Saham Favorit Ritel, Investor BUMI Bertambah 187 Ribu
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Bentrok TNI-Polri di Mappi: Dipicu Geber Motor, Sudah Damai-Jamin Soliditas
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Terungkap! Motif Perempuan Curi dan Bakar Toko Emas di Makassar, Polisi: Pelaku Terlilit Utang
• 23 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.