Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyebut ada pihak yang merupakan orang dari poliik merasa senang jika terjadi bencana di Indonesia, karena hal ini bisa membangun ketidakpercayaan publik ke pemerintah.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam peresmian dan groundbreaking SPPG Polri di Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Advertisement
"Orang-orang politik tertentu seolah-olah girang dengan bencana. 'Oh dengan bencana kita bisa bikin suatu suasana ketidakpercayaan kepada pemerintah, ketidakpercayaan kepada Republik Indonesia'," kata Prabowo.
Meski demikian, dia yakin pemerintahnya bisa mengatasi bencana meskipun ada kelompok-kelompok tersebut. Prabowo menyebut, pasca bencana yang terjadi, termasuk di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, seluruh pihak berjibaku turun untuk mengatasinya.
Bahkan menurut Prabowo, pemerintah mengerahkan pasukan bahkan membentuk satuan khusus, yaitu Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang diketuai Tito Karnavian.
“Tetapi saya terima kasih dalam beberapa minggu kita kerahkan kekuatan kita semuanya bahu-membahu kita atasi sampai sekarang,” kata dia.
Prabowo mengaku dapat laporan dari Tito Karnavian terkait kondisi pasca bencana di Sumatera. Saat ini, dari 52 titik yang terdampak bencana, hanya sisa 10 titik yang masih belum normal.
Dia menyebut, dari laporan Tito akan selesai dalam waktu dua bulan.
"Beliau lapor ke saya, 'Pak, dari kalau tidak salah 52 titik ya, 52 titik yang terkena, tertimpa, tinggal 10, tinggal 10 kabupaten yang masih belum normal'. Tapi beliau laporan, perkiraan beliau dalam dua bulan sisanya akan normal," kata Prabowo.




