jpnn.com, JAKARTA - Peneliti senior Citra Institute Efriza menilai pengaruh sosok Joko Widodo (Jokowi) sudah tidak diperhitungkan oleh partai besar untuk Pilpres 2029.
Penilaian itu didasarkan pada partai-partai besar yang telah menyatakan dukungan mereka untuk Prabowo memimpin dua periode, tetapi tidak diikuti sokongan untuk Gibran sebagai wakil presiden.
BACA JUGA: Belum Ada Parpol Dukung Gibran Jadi Wapres 2 Periode, Pengaruh Jokowi Mulai Hilang
Efriza menyebut pengaruh Jokowi mulai turun akibat dugaan ijazah palsu dan kasus korupsi yang menyeret nama-nama menteri yang membelit Prsiden ke-7 RI itu.
"Partai politik juga cenderung berhitung rasional saat ini Gibran tidak berpartai, punya catatan 'cacat etik'," kata Efriza kepada JPNN.com, Jumat (13/2).
BACA JUGA: Analis: Pemilu 2029 Pertarungan Antara Dinasti Megawati, SBY dan Jokowi
Menurut Efriza, tentu saja saat ini partai-partai politik tidak ingin mengunci opsi Gibran sebagai pasangan Prabowo terlalu dini, terutama untuk posisi cawapres yang sangat kompetitif.
Dia menjelaskan hal itu mencerminkan dinamika manuver kepentingan antarpartai lebih diunggulkan ketimbang menuruti satu figur Jokowi yang saat ini sedang memperoleh citra negatif.
BACA JUGA: Penembakan Guru oleh KKB di Yahukimo Dinilai Sinyal Perang Psikologis
"Jika Prabowo memutuskan mengganti pasangan cawapres di 2029, dampaknya terhadap loyalitas dan soliditas sukarelawan justru makin menguat," tuturnya.
Efriza pun meyakini saat ini sukarelawan Jokowi dan Gibran juga pindah patron kepada Prabowo yang diyakini memiliki kemungkinan menangnya tinggi.
"Ini bisa dilihat sinyal dari Projo yang ingin bergabung bersama Gerindra padahal sukarelawannya Jokowi dan Gibran," kata Efriza.
Di sisi lain, lanjutnya, sukarelawan akan makin yakin Prabowo bakal menang jika melihat kenyataan banyak partai-partai sekarang di pemerintahan yang tetam mendukung Presiden ke-8 RI itu.
"Ketimbang mendukung Jokowi dan Gibran, bahkan partai-partai lain ditenggarai akan berupaya mengunci agar PSI tetap menjadi partai semenjana atau partai gurem," pungkas Efriza.(mcr8/jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:
Redaktur : Friederich Batari
Reporter : Kenny Kurnia Putra




