Jakarta, VIVA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar DPR RI, Muhammad Sarmuji, meminta anggota DPR RI tak saling serang di dalam Kabinet. Hal tersebut merupakan bagian dari salah satu fatsun atau etika politik Fraksi Partai Golkar.
Pernyataan tersebut disampaikan Sarmuji dalam acara tasyakuran peringatan HUT ke-58 Fraksi Partai Golkar DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.
Sarmuji menjelaskan, saat ini terdapat beberapa kader Golkar duduk di kursi eksekutif membantu Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Jangan menyerang kawan sendiri. Ini kita punya menteri yang cukup banyak. Ada 8 menteri, ada 3 wakil menteri, ada satu Gubernur Lemhannas," ucap Sarmuji.
Delapan kader tersebut adalah Ketua Umum Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji, Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Maman Abdurrahman, dan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.
Selain itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menko Perekonomian Airlangga Hartanto, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Mukhtarudin, dan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzily.
Lalu, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Christina Aryani, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti, dan Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Lodewijk F. Paulus.
Sarmuji meminta mekanisme penyampaian aspirasi atau kritik dilakukan secara internal sebelum rapat resmi berlangsung.
"Kalau ada hal-hal yang perlu dibicarakan di antara kawan sendiri, tolong kasih masukkan sebelum rapat dimulai. Agar sesama kawan sendiri, jangan sampai jeruk makan jeruk," kata dia.
Berikut adalah 4 fatsun politik yang ditampilkan saat acara HUT Fraksi Golkar:
1. Jangan menyerang kebijakan Presiden/Wapres.
2. Jangan menyerang kawan sendiri.
3. Jangan menyoal yang sudah diputuskan negara dan sedang berjalan.
4. Jangan mengubah yang sudah diputuskan koalisi.
Adapun acara ini dihadiri Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, serta Ketua Umum Bahlil Lahadalia. Hadir juga mantan Ketua Umum Partai Golkar sekaligus mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto, bersama sejumlah kader senior Golkar lainnya.





