Umrah Via Asrama Haji: Bukan Mandatory, One Stop Services, Dipastikan Tak Rumit

kumparan.com
12 jam lalu
Cover Berita

Skema keberangkatan jemaah umrah melalui asrama haji sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi haji nasional tengah dirancang. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan hal itu dalam rapat dengan Badan Legislasi (Baleg) DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/2).

Ia menjelaskan, dalam skema tersebut, seluruh proses keberangkatan jemaah umrah akan dilakukan di asrama haji, mulai dari check-in hingga boarding pesawat.

Maskapai Garuda Indonesia akan menyediakan seluruh sarana keberangkatan sehingga jemaah tidak perlu lagi menjalani proses panjang di bandara.

Menurut Dahnil, kebijakan ini juga bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan asrama haji yang selama ini dinilai belum maksimal. Ia bicara potensi jemaah umrah dibandingkan haji.

Saat ini, jumlah jemaah haji yang mengantre mencapai 5,7 juta orang dengan kuota keberangkatan sekitar 221 ribu orang per tahun. Sementara itu, jumlah jemaah umrah jauh lebih besar.

Seperti apa mekanismenya?

Bukan Mandatory tapi Pilihan

Dahnil menyatakan bahwa umrah via asrama haji ini bersifat opsional. "Itu bukan mandatory tapi pilihan, untuk memudahkan jemaah memilih layanan one stop services. Jadi kita justru mendorong diversifikasi layanan terbaik untuk jemaah," kata Dahnil, kemarin.

Menurutnya, sistem ini akan menjadi opsi tambahan dari sebelumnya yang telah terdapat dua opsi, yaitu umrah secara mandiri dan umrah melalui travel. Sistem 'one stop service' yang dicanangkannya merupakan opsi lanjutan dari yang mandiri maupun travel.

"Mandiri atau travel, bisa via asrama haji dengan prinsip one stop service atau tidak," ujar Dahnil.

One Stop Services

Dahnil menjelaskan apa itu one stop services.

"Mereka ingin berangkat menggunakan Garuda, maka mereka bisa menggunakan fasilitas one stop services. Kalau mereka umrah mandiri, travel juga begitu, dan mereka menggunakan ticketing Garuda, kemudian mereka (bisa) menggunakan fasilitas one stop services asrama dan maskapai," ucap Dahnil.

"Nah kalau mereka menggunakan maskapai yang lain, mereka tidak bisa menggunakan fasilitas one stop services," sambungnya.

Dahnil mengungkap sistem umrah ini merupakan bentuk kerja sama antara Kementerian Haji dan Umrah, Imigrasi, dan maskapai Garuda Indonesia. Dengan begitu, layanan umrah yang akan diberikan melalui one stop services menghubungkan fasilitas ketiga instansi tersebut.

"Jadi memang ini linkage antara layanan asrama, layanan imigrasi dan layanan maskapai. Jadi ini adalah nanti kerja sama antara Garuda, Kementerian Haji, dan Imigrasi," ujar Dahnil.

Dahnil menjelaskan skema umrah via asrama haji yang ia sebut one stop service itu. Jadi, Dahnil ingin menyederhanakan persoalan administrasi keberangkatan itu dari satu tempat.

"Nanti jemaah itu memilih masuk ke asrama haji, di asrama haji mereka melakukan manasik. Nah kemudian, setelah itu mereka check-in langsung di asrama haji. Jadi nanti imigrasi sudah ada di situ segala macam, one stop services. Sudah ada proses check-in, sudah ada proses pengecekan visa, paspor, itu semua proses sudah selesai," kata Dahnil.

"Kemudian dari asrama haji mereka langsung ke bandara melalui bus yang disediakan oleh Garuda Indonesia. Nah nanti langsung sudah di sana, sudah langsung naik ke pesawat. Jadi proses imigrasi itu dilakukan di asrama. Nah mereka sudah langsung, itu seperti haji," tambahnya.

Diuji Coba Tahun Ini

Dahnil mengatakan mekanisme ini akan dilakukan uji coba pada tahun ini. Dahnil berkata belum menentukan waktunya, tapi mengenai tempatnya sedang dalam pengkajian agar dapat dicoba di Banten.

"Misalnya daerah percontohannya sedang kita kaji misalnya Banten. Asrama Haji El Hajj, Cipondoh. Itu kan dekat sekali dengan bandara. Cuma 5 menit ke bandara atau ya sekitar 15 menit lah ke bandara. Nah itu kita jadikan coba sebagai percontohan. Apakah nanti setelah musim haji atau sebelum musim haji, itu yang belum, belum kita tentukan," tuturnya.

Dahnil menambahkan, ide ini muncul dari Presiden Prabowo yang ingin ekosistem ekonomi haji meningkat dengan mengoptimalkan asrama haji, dan memanfaatkan maskapai nasional.

Tapi, tidak menutup kemungkinan maskapai lain juga bisa digandeng dalam skema ini.

Pastikan Tak Rumit

Dahnil menegaskan tidak ada kerumitan dalam mekanisme umrah melalui asrama haji ini. Menurutnya, skema tersebut bersifat opsional dan menjadi pilihan tambahan bagi jemaah.

“Enggak ada rumit. Itu pilihan. Kalau enggak mau ya enggak usah pilih. Jadi bebas,” ujar Dahnil.

Ia menjelaskan, jemaah tetap memiliki tiga opsi: berangkat secara mandiri, menggunakan travel, atau memanfaatkan fasilitas one stop services di asrama haji.

Ketua PBNU: Utamakan Kenyamanan Jemaah

Ketua PBNU, Prof. Mukri merespons wacana Kemenhaj untuk membuat jemaah umrah berangkat via asrama haji. Menurutnya, wacana itu harus ditimbang baik buruknya.

Mukri menilai, Kemenhaj harus mempertimbangkan kenyamanan jemaah di dalam keputusan-keputusannya.

“Jadi kalau menurut saya ya Pak Wamenhaj menyampaikan itu sah-sah saja, boleh-boleh saja, tapi persoalannya ya kan, itu membuat jemaah umrah itu menjadi lebih nyaman atau tidak gitu lho, yang orang mau ibadah kan sebisa mungkin dibuat nyaman, dan sebisa mungkin harganya lebih murah gitu lho,” ucap Mukri saat dihubungi, Jumat (13/2).

“Jangan malah nanti, yang selama ini kan nyaris untuk urusan umrah ini kan baik-baik saja lho, enggak ada keluhan, enggak ada apa gitu, nah kalau ditarik ke situ, harus ke situ semua, ini pertanyaannya akan menjadi lebih nyaman apa malah tidak nyaman gitu lho,” tambahnya.

Mukri juga menyebut, Kemenhaj harus bisa mempertimbangkan biaya yang akan dikeluarkan untuk wacana ini. Menurutnya, Kemenhaj harus memastikan biaya yang keluar lebih murah.

“Tapi kalau itu justru sebaliknya, ya kan, semuanya diatur-diatur itu, tapi tambah ribet ya ngapain gitu, kalau saya,” ucap Mukri.

Mukri mengatakan, Kemenhaj tidak perlu memaksakan wacana ini. Ia menilai, wacana ini justru membuat gelaran ibadah umrah lebih ribet.

“Kayaknya akan lebih ribet, ya kan, kayaknya akan lebih ribet sih, ya kan. Dari pengalaman-pengalaman ini, ketika semuanya diatur, semuanya diatur, belum tentu akan menjadi anu, ya udah, ini kan sebenarnya kan, jangan sampai yang sudah nyaman, sudah enak, dibuat menjadi terlalu ribet gitu,” ujar Mukri.

“Kita kan sama dengan orang investor di Indonesia, keluhannya begitu, pengadaan tanah harus ini, harus itu, izin ini, izin itu, ya kan, itu persoalannya di regulasinya panjang banget gitu dan seolah-olah menjadi dipersulit gitu. Nah, demikian juga masalah umrah, jangan sampai nanti orang mau umrah ya, yang selama ini udah nyaman-nyaman saja, harus ribet, harus ini, harus itu, yang itu sebenarnya nggak diperlukan gitu,“ lanjut dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo: Jangan-jangan Perlu Sedikit Otoriter untuk Lawan Koruptor
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
Jelang Imlek dan Ramadan, Harga Sembako di Pasar Tondano Stabil dan Stok Dipastikan Aman
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
Melinda Aksa Lantik 13 Ketua TP PKK Kecamatan dan Kukuhkan Bunda PAUD Kecamatan
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Prabowo Ungkap Fakta Mengejutkan, 10 Tahun Dana Desa Banyak Tak Sampai ke Rakyat
• 22 jam laludisway.id
thumb
Eksekusi 19 Bangunan di Pangkep Ricuh, Warga dan Aparat Saling Dorong
• 16 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.