Perusahaan Batu Bara Rimau Group Incar Distributor Coca Cola (GRPM)

idxchannel.com
13 jam lalu
Cover Berita

Rimau Group tertarik mengakuisisi emiten distributor resmi Coca Cola Indonesia, PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM).

Rimau Group tertarik mengakuisisi emiten distributor resmi Coca Cola Indonesia, PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM). (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Grup perusahaan energi dan pertambangan batu bara, Rimau Group tertarik mengakuisisi emiten distributor resmi Coca Cola Indonesia, PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM).

Rimau Group melalui PT Tunas Binatama Lestari (TBL) membidik 1,24 miliar saham GRPM atau setara dengan 80 persen dari total modal disetor dan ditempatkan perseroan. TBL akan mengambil alih saham milik pengendali lama.

Baca Juga:
Graha Prima Mentari (GRPM) Siapkan Dividen Tunai Rp1,54 Miliar, Disetor Akhir Juni

Saat ini, GRPM dikendalikan oleh PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) sebesar 70,67 persen atau 1,09 miliar saham. Selain itu, TBL juga akan membeli 144 juta saham GRPM atau 9,33 persen saham milik Direktur Utama GRPM & PMUI, Agus Susanto.

Direktur Utama PMUI, Agus Susanto mengatakan, PMUI dan Agus Susanto telah meneken term-sheet yang bersifat tidak mengikat (non-binding agreement) pada 12 Februari 2026.

Baca Juga:
Distributor Coca-Cola (GRPM) Kantongi Kredit Rp25 Miliar dari BMRI

"Perjanjian tersebut bersifat tidak mengikat (non-binding) dan masih ndalam tahap negosiasi lebih lanjut," kata Agus dalam pengumuman, Jumat (13/2/2026).

Agus menjelaskan, keberhasilan negosiasi dengan calon pembeli tergantung banyak hal, mulai dari proses uji tuntas (due diligence), persyaratan internal, persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

GRPM diketahui melantai perdana di BEI pada Juli 2023. Perusahaan ini bergerak di bidang distribusi makanan dan minuman dan sejak 2007 ditunjuk menjadi distributor resmi Coca Cola. Pada 2016, GRPM memperluas portofolionya dengan menjadi distributor PT Kino Indonesia Tbk (KINO).

Sementara itu, PMUI diketahui baru menggelar IPO pada Juli 2025. Induk dari GRPM tersebut diketahui merupakan distributor XL sekaligus menjual aksesoris ponsel.

Rimau Group diketahui memiliki bisnis pertambangan batu bara dengan konsesi di Kalimantan Tengah di samping PLTU. Tidak disebutkan alasan Rimau Group tertarik mengambil alih GRPM.

Saham GRPM ditutup menyentuh batas auto reject bawah (ARB) 10 persen ke level Rp438 pada perdagangan Jumat (13/2/2026). Sementara saham PMUI bergerak stabil di level Rp134.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PT Pelindo Solusi Logistik Resmi Berubah Menjadi PT Pelindo Sinergi Lokaseva
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Trans Beken Bekasi Diserbu Penumpang, Sopir Angkot Was-was Kehilangan Rezeki
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Kapolres Bima Kota Nonaktif Diduga Punya Sekoper Narkoba dan Terima Suap Bandar
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Sergio Castel Percaya Persib Bandung Bakal Main Mode Real Madrid, Siap Comeback Lawan Ratchaburi FC!
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Gugatan Praperadilan Ditolak, Richard Lee Kembali Diperiksa Polda Metro Jaya Pekan Depan
• 5 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.