Trans Beken Bekasi Diserbu Penumpang, Sopir Angkot Was-was Kehilangan Rezeki

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Kehadiran Trans Bekasi Keren (Trans Beken) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mulai menjadi primadona baru bagi warga, tapi jadi momok bagi para sopir di Bekasi.

Bagi warga, layanan transportasi publik ini dinilai lebih aman, praktis, murah, dan nyaman dibandingkan angkutan kota (angkot), khususnya pada rute Terminal Bekasi–Harapan Indah.

Namun, bagi sopir, adanya Trans Beken ini bisa menggerus pendapatan mereka.

Trans Beken di mata warga

Sejumlah penumpang mengaku beralih menggunakan Trans Beken untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Ada 47 Titik Henti Trans Beken Rute Terminal Bekasi-Harapan Indah, Ini Daftarnya

Berliana (63), warga Pondok Hijau Permai, Rawalumbu, mengaku faktor keamanan dan kenyamanan menjadi alasan utama dirinya meninggalkan angkot.

"Kalau naik angkot pengamennya itu yang ganggu. Kadang-kadang kan kita enggak tahu ya, takut juga kalau mau ngasih duit, kadang kasar juga ngomongnya," ujar Berliana saat ditemui Kompas.com, Jumat (13/2/2026).

Baca juga: Aksi Sopir Angkot Bekasi Ricuh, Paksa Penumpang Bus Trans Beken Turun

Menurut dia, Trans Beken lebih praktis karena tidak perlu transit berkali-kali.

Ia menyebut ongkos angkot bisa mencapai Rp 15.000 sekali jalan dengan beberapa kali perpindahan kendaraan. Belum ditambah angkot yang sering ngetem.

Sementara Trans Beken hanya Rp 4.500 dan cepat sampai tujuan. 

Meski nantinya berbayar, ia memastikan tetap memilih Trans Beken.

"Rasanya ya senang banget gitu bisa ada kendaraan ini. Mempermudah dan membantu juga bagi kita. Apalagi buat saya yang sering bolak-balik ke rumah anak di daerah Harapan Indah. Meskipun ke depan tarifnya berbayar, saya akan tetap untuk naik transportasi ini," katanya.

Hal serupa disampaikan Ronald Rajagukguk (41), warga Bekasi Timur. Ronald menilai  sopir angkot seenaknya menerapkan tarif.

Sementara, tarif Trans Beken ditentukan oleh pemerintah dan tidak mungkin sewaktu-waktu bisa naik.

"Saya sudah tiga kali naik Trans ini. Meskipun didemo kemarin, mudah-mudahan masih lanjut programnya," ujarnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Iman (40), warga Bekasi Barat, juga merasakan manfaat layanan ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Memburu tax ratio 12 persen, meski terjal tapi tetap rasional
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Optimalkan Potensi ZIS, Komisi VIII Dukung Penguatan Regulasi Baznas
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gus Ipul Minta Wali Kota Denpasar Cabut Pernyataan soal BPJS PBI
• 11 jam lalusuara.com
thumb
FIFA Series Tanpa Wajah Baru, 5 Bintang Grade A Eropa Ini Terancam Batal Bela Timnas Indonesia
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Ekonomi Kerakyatan Menjadi Motor Pertumbuhan 2026
• 7 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.