Grid.ID - Berikut profil Indra Frimawan, komika yang panen kritikan usai ludahi Fajar Sadboy saat podcast. Amanda Manopo sampai turun tangan.
Sebuah momen yang awalnya terjadi dalam suasana santai podcast mendadak berubah menjadi bahan perdebatan publik. Fajar Sadboy diketahui hadir di podcast Deddy Corbuzier bersama komika Indra Frimawan. Namun, interaksi yang terjadi di tengah obrolan tersebut justru menimbulkan kontroversi.
Profil Indra Firmawan
Indra Firmawan merupakan komika yang panen kritikan usai ludahi Fajar Sadboy saat podcast. Amanda Manopo sampai turun tangan.
Melansir dari Sripoku.com, Indra Frimawan memiliki nama asli Benedictus Nathanael Indra Frimawan Dia lahir di Jakarta, 13 Mei 1991.
Indra tergabung dalam komunitas Stand Up Indo Jakarta Barat sejak tahun 2013. Indra merupakan peserta Liga Komunitas Stand Up Kompas TV bersama komunitasnya, Stand Up Indo Jakarta Barat.
Dalam kompetisi ini, dia berhasil mencapai babak grand final. Setelah itu, Indra juga menjadi salah satu kontestan Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV musim kelima (SUCI 5) tahun 2015 dan berhasil memperoleh juara ketiga.
Melansir dari Tribun Kaltim, Stand up komedian Indra Frimawan yang akrab dengan keanehan komedinya, ternyata terinspirasi dari sosok Abdel Achrian. Dia dikenal dengan sebutan prince of mind blowing comedy karena komedi-komedinya yang membuat penonton harus berfikir untuk bisa tertawa bersamanya.
Komedi yang membuat orang berfikir ini diakui Indra Frimawan didapatkannya setelah menonton stand up comedy yang dibawakan oleh Abdel. Terinspirasi oleh rekan mamah dedeh, Indra Frimawan lantas mengikuti jejak Abdel menjadi seorang komika.
Indra Frimawan mendapat julukan unik dari para penggemarnya. Di Instagram, para pengikutnya (followers) menjulukinya dengan Ayang Indonesia.
Hal itu karena ia kerap bertingkah imut dan menggemaskan kendati ia adalah pria. Indra pun gemar mengunggah foto dirinya dengan pose yang lucu.
Usai membahas profil Indra Firmawan, komika itu kini panen kritikan usai ludahi Fajar Sad Boy saat podcast. Potongan video yang viral di TikTok melalui akun @yohanaabigaell memperlihatkan Indra Frimawan melakukan aksi yang dinilai sebagian orang kurang pantas, yakni seperti meludahi Fajar.
Walaupun terlihat seolah hanya bagian dari candaan, bahkan Fajar sempat tampak “membalas” perlakuan tersebut, cuplikan itu tetap menuai kecaman dari warganet. Publik semakin terkejut karena aksi serupa ternyata pernah terjadi sebelumnya.
Dalam program lain yang juga berada di bawah naungan Deddy Corbuzier, Indra disebut pernah melakukan tindakan serupa terhadap Fajar. Pengulangan inilah yang membuat sebagian netizen mempertanyakan batas wajar sebuah candaan di ruang publik, apalagi dilakukan di depan kamera dan disaksikan jutaan penonton.
Kehebohan bertambah saat video tersebut mendapat perhatian dari Amanda Manopo. Aktris yang belakangan dikabarkan dekat dengan Fajar Sadboy itu meninggalkan komentar singkat yang memunculkan banyak tafsir.
"Hmmm," tulis Amanda Manopo dalam video Fajar Sadboy diludahi, dikutip dari TribunTrends.com.
Tak lama kemudian, kolom komentar dipenuhi kritik tajam yang ditujukan kepada Indra Frimawan.
Sejumlah warganet secara terbuka menyatakan ketidaksenangan mereka. Setelah melihat komentar Amanda, sebagian netizen bahkan semakin berani bersuara.
"Norak banget becanda lu kayak gitu, bales jar," ujar salah satu warganet.
"Maju lu semua, kakaknya fajar komen nih," sambung warganet lain.
"Biar lucu ga harus ngeludahin juga kali," timpal lainnya.
Respons publik ini menunjukkan bahwa batas antara humor dan tindakan yang dianggap tidak sopan bisa menjadi perdebatan serius di era media sosial. Sampai saat ini, baik Fajar Sadboy maupun Indra Frimawan belum memberikan klarifikasi terkait video yang beredar luas tersebut.
Kondisi ini membuat spekulasi di kalangan warganet terus berkembang. Perbincangan yang muncul tidak lagi hanya membahas satu video semata.
Isu ini melebar menjadi diskusi tentang etika, batas candaan, serta sikap figur publik ketika tampil di hadapan kamera. Di tengah derasnya komentar, satu hal yang terlihat jelas: masyarakat kini semakin sensitif terhadap interaksi yang dinilai melampaui batas, meskipun dikemas dalam bentuk humor. (*)
Artikel Asli




