tvOnenews.com - Timnas Indonesia terus memburu tambahan amunisi di lini depan, dan satu nama kembali mencuat dari Belanda.
Ia adalah Jelte Pal, striker berdarah Jakarta yang sedang tampil tajam bersama RBC Roosendaal.
Di tengah kebutuhan akan penyerang murni, performa Jelte Pal musim ini sulit diabaikan.
- rbcvoetbal.nl/Geert van Erven
Dalam 20 pertandingan di Derde Divisie B (kasta keempat Liga Belanda), pemain berusia 22 tahun itu sudah mengemas 15 gol dan 4 assist.
Catatan tersebut membuatnya menjadi top skor sementara tim dan menempati peringkat ketiga dalam daftar pencetak gol liga, hanya terpaut tiga gol dari pemuncak klasemen.
Nama Jelte Pal sebenarnya bukan sosok baru di radar pengamat sepak bola Indonesia.
Dalam wawancara di kanal YouTube Yussa Nugraha beberapa waktu lalu, ia secara terbuka mengungkapkan ketertarikannya membela Merah Putih.
Ia mengaku terkesan dengan fanatisme suporter Indonesia dan atmosfer pertandingan yang luar biasa.
“Tentu saya senang jika mendapat undangan dari federasi, tetapi saya harus membicarakannya dengan agen dan keluarga,” ujar Jelte.
Meski hingga kini belum ada kontak resmi dari PSSI, sinyal positif sudah ia kirimkan. Keinginannya membela tanah leluhur bukan sekadar wacana.
Seperti diketahui, kebijakan naturalisasi dalam beberapa tahun terakhir terbukti meningkatkan kualitas skuad Garuda, termasuk saat melangkah jauh di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Namun, stok striker murni masih menjadi perhatian. Dalam konteks itulah, Jelte Pal bisa menjadi alternatif menarik bagi pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.
- instagram.com/rbcvoetbal.rsd/
Sebagai penyerang tengah modern, Jelte dikenal memiliki insting gol kuat, pergerakan cerdas di kotak penalti, dan penyelesaian akhir yang klinis.
Di usia 22 tahun, ia masih memiliki ruang besar untuk berkembang jika mendapat tantangan di level yang lebih tinggi.
Lahir di Roosendaal, Belanda, pada 16 Oktober 2002, Jelte Pal memiliki darah keturunan Jakarta.
Fakta ini membuka peluang baginya untuk dinaturalisasi jika proses administrasi memungkinkan.




