Jurus Bos Danantara Gaspol Kejar ROA 7% Usai Prabowo Beri Jempol

bisnis.com
16 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto tanpa ragu menyampaikan pujiannya terhadap Danantara Indonesia yang dinilai telah membuahkan capaian signifikan kendati baru dibentuk pada Februari 2025.

Dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Prabowo mendapatkan laporan sementara bahwa lembaga Sovereign Wealth Fund (SWF) tersebut telah menunjukkan hasil efisiensi dan reformasi yang dilakukan.

“Dalam satu tahun anda [Danantara] bekerja, kita bentuk saudara Februari 2025, 3, 4, 5 bulan pendirian, tapi Danantara sudah dapat laporan sementara hasil daripada efisiensi saudara, reformasi saudara sudah melahirkan hasil empat kali lipat dibandingkan 2024. Ini luar biasa, tapi harus terus dikejar,” kata Prabowo, Jumat (13/2/2026).

Namun, Presiden menegaskan bahwa capaian tersebut belum menjadi titik akhir. Dia secara terbuka memasang standar kinerja yang lebih tinggi menyusul laporan kinerja awal lembaga itu yang telah melampaui ekspektasi.

“Saya menuntut return on asset 7%. Lah kenapa senyum? Kepala Danantara bisa?” kata Prabowo kepada CEO Danantara, Rosan P. Roeslani.

“Tidak usah khawatir. Saya ingat selalu yang dikatakan Soekarno, gantungkanlah cita-cita setinggi langit. Kalau kau tidak sampai, minimal kau jatuh di antara bintang-bintang,” ujarnya.

Baca Juga

  • Danantara Geber Merger BUMN Pelat Merah, COO Dony Optimistis Kapitalisasi Saham Meningkat
  • Merger Manajer Investasi Himbara, Bank Mandiri Siap Ikuti Arahan Danantara
  • Susul Fitch, Danantara dalam Proses Pemeringkatan oleh Moody's dan S&P

Pernyataan tersebut mencerminkan optimisme manajemen Danantara dalam mengejar target ambisius yang dipasang pemerintah.

Merespons hal tersebut, Rosan berencana mengembangkan empat proyek sepanjang 2026 dengan nilai total Rp202,4 triliun. 

Dia menjelaskan proyek-proyek terdiri dari Proyek Wamena, yaitu pengembangan fasilitas waste to energy di 33 kota dengan nilai investasi Rp84 triliun. Lalu Proyek Cordova, untuk pengembangan fasilitas cautistic soda untuk mendukung hilirisasi sebesar Rp13,4 triliun.

“Proyek tahun ini yang signifikan juga ada Proyek Johor di Australia yang signifikan,” ujar Rosan dalam kesempatan yang sama. 

Dia menjelaskan Proyek Johor yang merupakan investasi di bidang agrikultur ini memiliki total nilai investasi sebesar Rp84 triliun. Selain itu, menurutnya Danantara juga berinvestasi pada Proyek Fukuoka, yaitu pengembangan data center platform bersama global operator. Nilai investasi dari proyek ini adalah sebesar Rp21 triliun. 

Selain itu, Rosan juga menyebut Danantara memiliki rencana besar pengembangan 20 proyek hilirisasi lintas sektor, dengan total nilai investasi sekitar US$26 miliar atau setara dengan Rp437,65 triliun. 

Menurut Rosan, proyek-proyek tersebut diproyeksikan mampu menciptakan lebih dari 600.000 lapangan kerja baru di berbagai wilayah Indonesia.

“Total proyeknya US$26 miliar, kurang lebih ini akan memperkerjakan 600.000 orang, menciptakan 600.000 lapangan pekerjaan. Ini yang dari 20 ini sudah 7 yang sudah dilakukan groundbreaking-nya dan insyaallah berikutnya akan disusul 14 lagi,” ucapnya.

Dalam paparannya, Rosan menyebutkan bahwa enam proyek telah memasuki tahap groundbreaking pada 6 Februari 2026 dengan nilai investasi sekitar US$7 miliar. Sementara, 14 proyek lainnya akan menyusul dengan total investasi sekitar US$19 miliar.

Strategi Danantara

Adapun, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir menuturkan telah menyiapkan strategi untuk mencapai target yang telah ditetapkan oleh Prabowo, yakni dengan fokus mengerjakan proyek-proyek dengan imbal hasil tinggi atau high return.

“Kami juga sekarang barrier-nya akan lebih tinggi lagi, standarnya dinaikin,” ujar Pandu.

Menurutnya, dengan target yang diberikan oleh Presiden Prabowo tersebut, maka angka tersebut menjadi target ROA yang baru. 

Adapun, Pandu menuturkan saat ini investasi Danantara sebesar 50% adalah untuk investasi seperti di obligasi, dan public equity. 

“Yang penting kan masuk ke public equity itu kami harus perusahaan yang bagus, fundamental yang baik, valuasi yang baik, dan juga liquid. Jadi kami bisa keluar masuk,” tutur Pandu. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Badan Guru Nasional: Kebutuhan atau Sekadar Wacana?
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Soal Dugaan Narkoba Kapolres Bima Kota, Lemkapi Minta Propam Usut Tuntas
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Sambut Ramadan, Telkomsel Bersihkan dan Bantu Fasilitas Kebersihan 60 Masjid di Medan & Sekitarnya
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Merawat Gagasan, Menguji Kedewasaan: Siak dan Tantangan Kebudayaan Melayu
• 19 menit lalukumparan.com
thumb
KM Cahaya Intan Celebes Tenggelam di Teluk Bone, Puluhan Penumpang Mengambang di Lautan
• 2 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.