GenPI.co - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menyoroti sikap Partai Golkar, Demokrat, dan PKS, yang belum memastikan mendukung Prabowo Subianto di 2029.
Dedi mengatakan partai politik yang belum terang-terangan mendukung Prabowo 2 periode itu, karena menunggu situasi politik.
“Bagi Demokrat dan PKS, menghitung situasi. Apakah Prabowo masih perlu didukung atau muncul tokoh baru yang lebih siap,” katanya dikutip dari JPNN, Sabtu (14/2).
Dia menilai sikap Demokrat yang hati-hati, bertujuan agar pernyataan dukungan ke Prabowo tidak disalahartikan menyokong Gibran Rakabuming Raka menjadi Cawapres 2029.
“Demokrat sangat rasional. Mereka khawatir pernyataan yang dini, dianggap sekaligus mendukung Gibran,” ujarnya.
Sementara itu, sikap Golkar yang belum terang-terangan mendukung Prabowo, karena partai yang dipimpin Bahlil Lahadalia itu sangat dinamis.
“Golkar belum pernah memberi dukungan secara dini. Mereka tahun siapa yang layak didukung, saat menit akhir. Mereka akan menyokong siapa yang dominan,” tuturnya.
Dia menyebut sikap Partai Gerindra, PAN, dan PKB yang sudah terang-terangan mendukung Prabowo Subianto untuk Pilpres 2029 adalah hal yang wajar.
“Ekspresi dukungan itu hanya terbaca sebagai loyalitas politik, terutama PAN yang sejak awal sangat loyal kepada Prabowo,” uicapnya.
Sebelumnya, Demokrat dan PKS menyatakan mendukung Prabowo Subianto hingga akhir pemerintahannya. Dua partai itu belum memikirkan terkait Pilpres 2029. (ast/jpnn)
Simak video berikut ini:





