Menteri ESDM atau Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia berencana mengkaji larangan ekspor beberapa komoditas mineral Indonesia, salah satunya timah. Kajian terkait kebijakan ini akan dilakukan mulai 2027.
“Tidak boleh lagi kita (Indonesia) mengekspor barang mentah. Silakan teman-teman membangun investasi hilirisasi dalam negeri,” kata Bahlil dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026, Jumat (13/2).
Larangan ekspor mineral sudah diterapkan untuk beberapa komoditas, seperti nikel pada 2023 dan bauksit pada tahun lalu.
Bahlil mencatat, sebelum dilarang, pemasukan Indonesia dari ekspor nikel hanya US$ 3,3 miliar. Setelah dilarang, total pemasukan negara US$ 34 miliar atau naik 10 kali lipat dalam waktu lima tahun.
Menurut Bahlil, tidak ada satu negara berkembang di dunia yang berubah menjadi negara maju tanpa adanya industrialisasi dan hilirisasi sumber daya alam. “Sudah cukup negara kita dijajah Belanda 3,5 abad, diambil rempah dan bahan baku. Jangan sampai sudah merdeka, kita masih kirim barang mentah,” ujarnya.
20 Proyek Hilirisasi DanantaraDi tengah upaya menggenjot penerimaan dari ekspor, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara menargetkan 20 proyek hilirisasi lintas-sektor dengan nilai investasi sekitar US$ 26 miliar atau Rp 404,25 triliun (kurs Rp 16.884 per US$).
Daftar 20 Proyek Hilirisasi Danantara 2026:
- Alumina menjadi aluminium Bauksit menjadi smelter grade alumina
- Bioavtur dari UCO Bioetanol
- Bisnis ayam terintegrasi Pengolahan garam industri
- Hilirisasi batu bara ke DME
- Pengembangan oil refinery (pengilangan minyak) domestik
- Hilirisasi rumput laut menjadi carrageenan
- Pengembangan produk turunan minyak sawit (oleofood)
- Produksi copper rod, wire and tube
- Pengolahan aspal buton
- Produksi besi baja dari pasir besi
- Produksi stainless steel slab dari nikel
- Manufaktur modul surya terintegrasi dari bauksit dan silika
- Pengolahan manganese sulfate
- Pengembangan kapasitas penyimpanan minyak bumi
- Hilirisasi pala menjadi oleoresin
- Pengembangan ekosistem produksi ikan tilapia
- Hilirisasi kelapa terintegrasi
“Ini adalah proyek hilirisasi yang on the pipeline. Dari total 20 program hilirisasi, sebanyak enam sampai tujuh di antaranya dimulai sejak minggu lalu,” kata Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan P Roeslani dalam agenda Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2).
Keenam proyek itu dikelompokkan dalam tiga sektor. Pertama, sektor mineral yang mencakup proyek smelter alumina menjadi aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat, serta pengolahan bauksit menjadi smelter grade alumina.
Kedua, sektor energi ada proyek bioavtur di Cilacap dan bioetanol di Banyuwangi. Terakhir, sektor pangan dan agrikultur yang mencakup proyek pengolahan garam serta kawasan bisnis terintegrasi.
Selanjutnya, Danantara menargetkan 14 proyek hilirisasi segera menyusul peletakan batu pertama alias groundbreaking, dengan nilai proyek US$ 19 miliar. Menurut dia, program hilirisasi menjadi kunci untuk menangkap nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.




