Grid.ID - Menjalankan ibadah puasa Ramadan memang penuh tantangan. Tak hanya menahan lapar dan haus, terkadang gangguan fisik seperti sakit kepala datang tanpa diundang di siang hari bolong.
Berdasarkan data penelitian sosial, disebutkan bahwa 4 dari 10 orang ternyata kerap merasakan serangan sakit kepala saat sedang berpuasa. Biasanya, saat hari biasa kita bisa langsung menenggak obat pereda nyeri. Namun, saat puasa tentu hal itu tidak bisa dilakukan karena akan membatalkan ibadah.
Padahal, jika dibiarkan, rasa nyeri yang menjalar dari dagu hingga tengkuk ini bisa makin parah dan mengganggu kekhusyukan ibadah. Lantas, kenapa kepala bisa terasa sangat sakit saat puasa dan bagaimana cara mencegahnya?
Sebenarnya sakit kepala saat puasa biasanya dipicu oleh dehidrasi, kadar gula darah anjlok, kurang tidur, hingga kurang kafein. Para ahli menyarankan pentingnya menjaga rutinitas tidur minimal 7 jam dan asupan air 8 gelas sehari.
Berikur penyebab dan solusi ampuh dari sakit kepala saat puasa:
1. Dehidrasi
Kurangnya asupan cairan adalah musuh utama saat puasa. Secara medis, ketika tubuh kekurangan air, otak akan memproduksi histamin. Ini adalah mekanisme pertahanan alami untuk menjaga sisa air di otak agar tidak habis.
Efek samping dari produksi histamin ini adalah timbulnya rasa nyeri di kepala dan tubuh terasa lemas.
Solusinya, kamu bisa menerapkan pola minum 2-4-2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur) untuk mencegah dehidrasi.
2. Kaget Berhenti Minum Kopi (Kafein Withdrawal)
Bagi pencinta kopi atau teh, puasa bisa menjadi momen yang berat. Kebiasaan mengonsumsi kafein setiap hari membuat pembuluh darah terbiasa dengan efek stimulan tersebut.
Saat puasa, asupan kafein berhenti tiba-tiba, kondisi ini disebut caffeine withdrawal. Pembuluh darah akan melebar dan memicu aliran darah berlebih ke otak yang menyebabkan sakit kepala berdenyut.
Solusinya, kurangi konsumsi kopi secara bertahap satu atau dua minggu sebelum Ramadan. Jika sudah terlanjur masuk bulan puasa, disarankan untuk tetap minum secangkir kopi saat sahur namun dalam jumlah yang wajar untuk mencegah efek kaget pada tubuh.
3. Akibat Makanan Manis saat Sahur (Hipoglikemia)
Faktanya, konsumsi gula berlebih saat sahur justru membuat gula darah melonjak drastis, lalu turun (anjlok) dengan sangat cepat di siang hari. Kondisi gula darah rendah inilah yang disebut hipoglikemia, pemicu utama pusing dan lemas.
Pilihlah makanan dengan indeks glikemik rendah. Makanan jenis ini melepaskan energi secara perlahan sehingga gula darah lebih stabil.
Kamu bisa mencoba menu seperti oatmeal, lentil merah, apel, anggur, atau yoghurt rendah lemak. Karbohidrat kompleks jauh lebih baik daripada gula sederhana.
4. Stres dan Kurang Tidur
Perubahan jam tidur yang drastis karena harus bangun sahur juga kerap membuat tubuh kaget dan memicu ketegangan otot leher yang berujung sakit kepala. Orang yang memang memiliki riwayat sakit kepala atau migrain sebelumnya, memang lebih rentan kambuh saat puasa.
Jika tips di atas sudah dilakukan namun sakit kepala terus menyerang hingga mengganggu aktivitas harian secara ekstrem, segera konsultasikan ke dokter, ya. Jangan sampai masalah kesehatan ini menghalangi niat suci kamu beribadah di bulan Ramadan.(*)
Artikel Asli




