IHSG Naik Sepekan, Asing Malah Lepas BBCA hingga BUMI

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Sejumlah saham berkapitalisasi besar hingga lapis dua menjadi sasaran aksi jual investor asing dalam sepekan terakhir.

IHSG Naik Sepekan, Asing Malah Lepas BBCA hingga BUMI. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Sejumlah saham berkapitalisasi besar hingga lapis dua menjadi sasaran aksi jual investor asing dalam sepekan terakhir, di tengah volatilitas pasar yang masih dipengaruhi sentimen global dan isu peninjauan indeks.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat aksi jual bersih asing atau net foreign sell terbesar dengan nilai Rp3,86 triliun dalam sepekan.

Baca Juga:
10 Saham Penghuni Top Losers Sepekan, Ada HILL hingga BBSS

Sejalan dengan tekanan tersebut, harga BBCA terkoreksi 6,19 persen sepanjang pekan ke level Rp7.200 per unit.

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyusul dengan aksi jual bersih Rp1,97 triliun. Menariknya, di tengah derasnya aksi lepas asing, BUMI justru melesat 29,20 persen ke Rp292 per unit dalam sepekan, berusaha pulih dari penurunan tajam imbas peringatan MSCI akhir Januari lalu.

Baca Juga:
INDS, MSIN, hingga RATU Masuk Jajaran Saham Top Gainers Sepekan

Selanjutnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dilego asing Rp349,50 miliar. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatat net sell Rp207,52 miliar, namun harga sahamnya melonjak 33,62 persen dalam periode yang sama.

Tekanan jual juga terjadi pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sebesar Rp191,88 miliar dengan pelemahan harga 1,67 persen sepekan. Sementara itu, PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatat net sell Rp170,30 miliar, tetapi sahamnya melesat 30,13 persen.

Baca Juga:
Bursa Sepekan: IHSG Menanjak 3,49 Persen, Market Cap Jadi Rp14.889 Triliun

Lebih lanjut, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dilepas asing Rp150,49 miliar dan naik 39,71 persen sepekan.

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatat net sell Rp132,38 miliar dengan kenaikan 37,67 persen, sedangkan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) dilego Rp130,87 miliar dan melonjak 44,32 persen dalam sepekan.

Meski diwarnai aksi jual asing, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,64 persen ke level 8.212,27 pada Jumat (13/2/2026).

Namun secara mingguan, IHSG masih membukukan kenaikan 3,49 persen, di tengah net sell asing Rp6,12 triliun di pasar reguler sepanjang pekan.

Tekanan asing tersebut tak lepas dari sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang sebelumnya menyoroti aspek transparansi dan tata kelola pasar modal Indonesia, yang sempat membuat pasar domestik turun tajam akhir Januari lalu.

Walau volatilitas mulai mereda dalam beberapa hari terakhir, pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan dan respons regulator.

Mengutip analisis BRI Danareksa Sekuritas, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan pertemuannya dengan perwakilan MSCI berlangsung hampir dua jam.

Ia menegaskan, pembahasan lebih menitikberatkan pada aspek teknis dan tata kelola pasar, bukan pada persoalan fundamental ekonomi nasional.

Menurut Luhut, sorotan MSCI justru menjadi katalis untuk mempercepat reformasi, termasuk penguatan government technology dan digitalisasi birokrasi.

Pemerintah juga memastikan stabilitas makroekonomi Indonesia tetap terjaga, sehingga gejolak pasar dinilai lebih bersifat teknikal dan sentimen jangka pendek. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Buyback Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Sabtu 14 Februari 2026
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Dokumen Bocor, Trump Izinkan 5 Raksasa Migas Gali Minyak Venezuela
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Serangan Jantung dan Kematian Mendadak Ternyata Beda, Dokter Jelaskan Pemicunya
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
BGN Catatkan Rekor Pencairan Dana di Kementerian, Tarik Rp32,1 Triliun untuk MBG di awal 2026
• 7 jam laludisway.id
thumb
Skema Kredit BYD Sealion 7, Cicilan Mulai Rp11 Jutaan
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.