JAKARTA, KOMPAS.TV - Masyarakat kerap menganggap serangan jantung dan kematian jantung mendadak sebagai satu kondisi yang sama.
Padahal, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Ardian Rizal, Sp.JP(K)-FIHA menegaskan, kedua kondisi tersebut merupakan hal berbeda dengan pemicu yang berlainan.
Anggota Perhimpunan Aritmia Indonesia itu menjelaskan, perbedaan mendasar terletak pada mekanisme terjadinya kegagalan fungsi jantung.
Kematian jantung mendadak berkaitan erat dengan sistem kelistrikan, sementara serangan jantung berhubungan dengan jalur aliran darah.
"Kematian jantung mendadak biasanya karena gangguan listrik jantung yang kacau. Sementara serangan jantung karena sumbatan aliran darah di pembuluh koroner," ujar dr. Ardian, Jumat (13/2) dilansir dari Antara.
Baca Juga: Kapan Waktu Tepat Toilet Training? Ini Panduan Usia dan Cara Ajarkan menurut Dokter
Fenomena Kolaps pada Atlet
Dokter Ardian memberikan gambaran nyata mengenai perbedaan ini melalui kasus yang menimpa atlet profesional.
Dalam sejumlah peristiwa, atlet yang memiliki kondisi fisik prima dan rutin menjalani pemeriksaan kesehatan tiba-tiba kolaps saat bertanding.
Masalah tersebut, menurut Ardian, kerap berkaitan dengan gangguan irama jantung yang memicu henti jantung mendadak, bukan karena sumbatan pembuluh darah.
Penulis : Danang Suryo Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- Kesehatan Jantung
- Serangan Jantung
- Kematian Jantung Mendadak
- Aritmia
- Dokter Jantung
- RS Jantung Harapan Kita





