Dokumen Bocor, Trump Izinkan 5 Raksasa Migas Gali Minyak Venezuela

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Kawasan-kawasan sibuk seperti wilayah Chacao, Altamira, dan Avenida Libertador di Kota Caracas, Venezuela tampak sepi, Selasa (6/1/2026) sore hingga malam. (REUTERS/Maxwell Briceno)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memberikan izin kepada lima perusahaan raksasa minyak dan gas bumi (migas) untuk mulai menjalankan operasional di Venezuela.

Hal ini terungkap setelah Office of Foreign Assets Control (OFAC) atau Kantor Pengawasan Aset Asing di Departemen Keuangan AS memberikan lisensi umum kepada BP, Chevron, Eni, Repsol, dan Shell untuk melakukan transaksi yang terkait dengan operasi migas di Venezuela.

Berdasarkan laporan AFP, lisensi umum setebal dua halaman yang diterbitkan oleh OFAC mewajibkan setiap pembayaran royalti migas disetorkan ke rekening yang ditunjuk oleh Departemen Keuangan AS.


Baca: Pemerintah Akan Tekan Impor LPG, Bahlil: Importir, Maaf Ya!

"Hal ini sejalan dengan pernyataan pemerintahan Trump bahwa Washington akan mengelola aset dalam pengawasan tersebut demi kepentingan rakyat Venezuela," sebagaimana dilansir AFP, Sabtu (14/2/2026).

Trump dan pejabat tinggi lainnya, seperti Menteri Energi Chris Wright, secara terang-terangan menggambarkan Washington sebagai pihak yang mengendalikan sumber daya minyak Venezuela untuk masa mendatang.

Lisensi kedua yang diterbitkan OFAC pada Jumat lalu mengizinkan perusahaan-perusahaan untuk merundingkan kontrak potensial "untuk investasi tertentu di Venezuela." Namun, lembaga AS itu tetap melarang partisipasi dari beberapa negara, termasuk China, Iran, dan Rusia.

"Lisensi umum ini mengundang perusahaan-perusahaan Amerika dan sekutunya untuk memainkan peran konstruktif dalam mendukung pemulihan ekonomi dan investasi yang bertanggung jawab," tulis AFP dalam laporannya mengutip pemberitaan media AS.

Donald Trump juga dilaporkan berencana untuk mengunjungi Venezuela dalam waktu dekat. Ia juga menegaskan kembali kepuasannya terhadap pemimpin sementara negara tersebut, bertepatan dengan langkah pemerintahannya yang memberikan izin kepada lima perusahaan minyak besar untuk beroperasi di sana.

"Saya akan melakukan kunjungan ke Venezuela," ujar Trump kepada wartawan pada Jumat lalu, sembari menambahkan bahwa tanggal kunjungan tersebut belum ditentukan.

Pernyataan ini muncul menyusul kunjungan Menteri Energi Trump ke Caracas awal pekan ini, dan muncul saat pemerintahannya mulai menghapus tambahan sanksi AS yang selama ini memblokir investasi industri minyak di negara Amerika Selatan tersebut.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:
Video Trump: Perusahaan Asal AS Segera Produksi Minyak di Venezuela

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Waspada Celah Malware di Notepad Windows 11, Microsoft Imbau User Segera Update
• 46 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Tokio Marine: Asuransi Kesehatan Jadi Tren Masyarakat Usia 30-40 Tahun
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Tak Lama Lagi Timnas Indonesia akan Miliki Pemain Seperti Cristiano Ronaldo, Pemain Berdarah Medan Ini Sudah Dihubungi John Herdman untuk Dinaturalisasi
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Susul Fitch, Danantara dalam Proses Pemeringkatan oleh Moody's dan S&P
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Pihak Clairmont Laporkan Food Vlogger Codeblu ke Bareskrim Polri
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.