BANDA ACEH, KOMPAS.TV - Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Kecamatan Peunaron membangun kawat kejut sepanjang 79,92 kilometer untuk menghalau kawanan gajah.
Camat Peunaron, Muhammad Ishak menyatakan, kawat kejut dibangun guna memitigasi interaksi negatif antara satwa dan masyarakat.
Menurut Ishak, kawat kejut ini tersebar di enam desa atau gampong di Kecamatan Peunaron dan Serbajadi.
"Pembangunan kawat kejut gajah kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Forum Konservasi Leuser (FKL)," kata Ishak di Aceh Timur, Jumat (14/2/2026).
Baca Juga: Indonesia Larang Atraksi Gajah Tunggang, Menhut Minta Publik Lapor jika Ada Pelanggaran
Rinciannya, Ishak menjelaskan, kawat kejut yang dibangun di Peunaron meliputi Gampong Sri Mulya sepanjang 11,5 kilometer dan Gampong Arul Pinang sepanjang 30,71 kilometer.
Kemudian, Desa Peunaron sepanjang 9,26 kilometer, Desa Peunaron Baru dengan panjang 56,83 kilometer.
Tanpa terkecuali di Kecamatan Serbajadi meliputi Gampong Bunin dengan panjang 9,72 kilometer dan Gampong Arul Duren sepanjang 13,37 kilometer.
Selain itu, Ishak mengatakan, pihaknya telah membuka posko pengaduan konflik satwa yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Peunaron.
"Selain gajah, juga ada interaksi negatif harimau yang dilaporkan kerap memangsa ternak masyarakat. Ini menjadi dasar kami membuka posko pengaduan konflik satwa," kata Ishak dikutip Antara.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- kawat kejut gajah
- konflik satwa
- gajah masuk permukiman
- gajah sumatera
- aceh





