Rosan Ungkap Peta Investasi Danantara di 2026, Mulai Kampung Haji Hingga Ekspansi Agrikultur

tvonenews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan 2026 menjadi fase percepatan proyek-proyek strategis lintas sektor, mulai dari pengolahan sampah menjadi energi, hilirisasi industri kimia, pusat data global, hingga ekspansi agrikultur internasional.

Paparan itu disampaikan Rosan dalam Indonesia Economic Outlook 2026, yang menunjukkan pemerintah tidak lagi hanya mengejar investasi konvensional, melainkan membangun ekosistem ekonomi baru berbasis teknologi, energi, dan kemitraan global.

Salah satu proyek utama adalah waste to energy (WtE). Pemerintah menargetkan pengolahan sekitar 60 juta ton sampah setiap tahun menjadi sumber energi. Gelombang pertama proyek telah berjalan sejak November, sementara tahap kedua akan dimulai Maret di tujuh kota dengan nilai investasi mencapai Rp84 triliun.

Selain energi, Danantara juga masuk ke proyek keagamaan dan layanan haji melalui pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi. Kawasan itu dirancang berada sangat dekat dengan pusat ibadah umat Islam.

Lokasinya sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram, bahkan direncanakan ada tambahan lahan sekitar 600 meter dari kawasan tersebut.

“Danantara ini risikonya sangat terukur, terstruktur, dan ini memberikan hal yang sangat positif,” ujar Rosan, di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, dikutip Sabtu (14/2/2026).

Di sektor hilirisasi, Danantara akan membangun fasilitas produksi caustic soda dengan nilai investasi Rp13,4 triliun untuk mendukung industri turunan dalam negeri.

Pemerintah juga menyiapkan proyek pusat data (data center) bersama operator global senilai Rp21 triliun, menandai masuknya Indonesia lebih dalam ke ekonomi digital.

Ekspansi tidak berhenti di dalam negeri. Danantara turut menjajaki kerja sama agrikultur dengan Australia dengan nilai investasi Rp84 triliun, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan industri pertanian modern Indonesia.

Rosan menegaskan investasi menjadi mesin utama mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029. Ia memaparkan realisasi investasi 2025 bahkan melampaui target.

Pada 2025, investasi tercapai 101,3 persen dari target Rp1.931,2 triliun atau sekitar US$120 miliar, tumbuh 12,7 persen secara tahunan dan menyerap 2,7 juta tenaga kerja. Porsi penanaman modal asing mencapai 46,69 persen.

Untuk menopang pembiayaan, Danantara telah menggalang kemitraan global, termasuk dengan China Investment Corporation dan Japan Bank for International Cooperation masing-masing senilai US$1 miliar, serta komitmen investasi dari Qatar dan mitra lain yang berpotensi mencapai sekitar US$10 miliar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hukum Jangan Jadi Alat Politik, Prabowo: Saya Berani Berikan Abolisi dan Amnesti!
• 22 jam laluokezone.com
thumb
Yoki Firnandi Dkk Dituntut 14 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak Mentah
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Donasi untuk Istri James Van Der Beek dan 6 Anaknya Tembus Rp34 Miliar
• 13 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pramono Larang Sweeping Rumah Makan yang Buka Selama Bulan Ramadan
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Gubernur Sulsel Bentuk Satgas Demonstrasi, LBH: Berpotensi Bungkam Demokrasi dan Hak-Hak Warga
• 21 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.