Jakarta (ANTARA) - World Boxing Council (WBC) secara resmi mengumumkan juara kelas bulu super (58,9 kg) WBC Silver Michael Magnesi siap kembali naik ring untuk menghadapi Mark Magsayo pada 27 Februari mendatang di Cave, Italia.
"Magnesi yang merupakan petinju peringkat satu kelas bulu super WBC dan salah satu petinju paling klinis di dunia saat ini siap kembali naik ring untuk membuktikan dirinya," demikian pernyataan WBC dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Sabtu.
Setelah melalui periode panjang yang diwarnai ketidakpastian jadwal, petinju asal Italia itu kini dipastikan kembali beraksi untuk melanjutkan perjalanannya menuju puncak dunia.
Penetapan jadwal laga Magnesi melawan Magsayo sekaligus mengakhiri rangkaian penundaan yang sebelumnya sempat menggagalkan duel tersebut karena berbagai faktor, baik teknis maupun non-teknis. Penundaan tersebut tidak menghentikan ambisi Magnesi, yang tetap fokus menjaga kondisi fisik dan kesiapan mentalnya.
Dalam laga yang akan digelar di hadapan pendukungnya sendiri, Magnesi dijadwalkan melakoni pertarungan delapan ronde yang menjadi ujian penting untuk mengembalikan ritme bertarung serta mengukur kondisi fisiknya, sekaligus menjadi pijakan strategis menuju target utamanya merebut gelar juara dunia WBC sejati.
Petinju berjulukan "The Lone Wolf" itu akan naik ring dengan membawa rekor impresif yakni 25 kemenangan dengan 13 kemenangan KO/TKO dan dua kekalahan. Dengan pengalaman dan statusnya sebagai juara WBC Silver, Magnesi datang dengan misi yang jelas yaitu membuktikan bahwa posisinya di puncak divisi tidak dapat disangkal.
Namun, Magnesi tidak akan menghadapi lawan sembarangan. Di sisi lain ring akan ada Mark Magsayo, petinju asal Filipina yang dikenal sangat agresif, memiliki daya pukul kuat, serta sarat pengalaman di level dunia. Rekam jejak Magsayo mencerminkan kualitas tersebut, dengan catatan 28 kemenangan (18 KO/TKO) serta dua kekalahan.
Nama Magsayo semakin dikenal setelah ia berhasil meraih gelar juara dunia kelas bulu (57,1 kg) WBC pada tahun 2022, usai menumbangkan Gary Russell Jr. Meski kemudian kehilangan gelar, pengalaman tersebut menjadikan Magsayo sebagai salah satu petinju paling berbahaya di divisinya.
WBC menegaskan bahwa bentrokan antara Magnesi dan Magsayo bukan sekadar pertarungan biasa, melainkan penanda dimulainya kembali sebuah perjalanan yang sempat terhenti, namun tidak pernah benar-benar berhenti. Laga tersebut akan memainkan peran penting dalam menentukan peta persaingan menuju gelar juara dunia WBC di kelas bulu super.
Baca juga: Juara WBC Benavidez ingin naik ke kelas penjelajah hadapi Ramirez
"Magnesi yang merupakan petinju peringkat satu kelas bulu super WBC dan salah satu petinju paling klinis di dunia saat ini siap kembali naik ring untuk membuktikan dirinya," demikian pernyataan WBC dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Sabtu.
Setelah melalui periode panjang yang diwarnai ketidakpastian jadwal, petinju asal Italia itu kini dipastikan kembali beraksi untuk melanjutkan perjalanannya menuju puncak dunia.
Penetapan jadwal laga Magnesi melawan Magsayo sekaligus mengakhiri rangkaian penundaan yang sebelumnya sempat menggagalkan duel tersebut karena berbagai faktor, baik teknis maupun non-teknis. Penundaan tersebut tidak menghentikan ambisi Magnesi, yang tetap fokus menjaga kondisi fisik dan kesiapan mentalnya.
Dalam laga yang akan digelar di hadapan pendukungnya sendiri, Magnesi dijadwalkan melakoni pertarungan delapan ronde yang menjadi ujian penting untuk mengembalikan ritme bertarung serta mengukur kondisi fisiknya, sekaligus menjadi pijakan strategis menuju target utamanya merebut gelar juara dunia WBC sejati.
Petinju berjulukan "The Lone Wolf" itu akan naik ring dengan membawa rekor impresif yakni 25 kemenangan dengan 13 kemenangan KO/TKO dan dua kekalahan. Dengan pengalaman dan statusnya sebagai juara WBC Silver, Magnesi datang dengan misi yang jelas yaitu membuktikan bahwa posisinya di puncak divisi tidak dapat disangkal.
Namun, Magnesi tidak akan menghadapi lawan sembarangan. Di sisi lain ring akan ada Mark Magsayo, petinju asal Filipina yang dikenal sangat agresif, memiliki daya pukul kuat, serta sarat pengalaman di level dunia. Rekam jejak Magsayo mencerminkan kualitas tersebut, dengan catatan 28 kemenangan (18 KO/TKO) serta dua kekalahan.
Nama Magsayo semakin dikenal setelah ia berhasil meraih gelar juara dunia kelas bulu (57,1 kg) WBC pada tahun 2022, usai menumbangkan Gary Russell Jr. Meski kemudian kehilangan gelar, pengalaman tersebut menjadikan Magsayo sebagai salah satu petinju paling berbahaya di divisinya.
WBC menegaskan bahwa bentrokan antara Magnesi dan Magsayo bukan sekadar pertarungan biasa, melainkan penanda dimulainya kembali sebuah perjalanan yang sempat terhenti, namun tidak pernah benar-benar berhenti. Laga tersebut akan memainkan peran penting dalam menentukan peta persaingan menuju gelar juara dunia WBC di kelas bulu super.
Baca juga: Juara WBC Benavidez ingin naik ke kelas penjelajah hadapi Ramirez





