Video Wabah Menyebar di Berbagai Wilayah Tiongkok, Banyak Daerah Bangun Krematorium dan Pemakaman Baru

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Wabah penyakit dilaporkan menyebar di berbagai wilayah Tiongkok, namun pihak berwenang dituduh menutup-nutupi situasi sebenarnya. Sejumlah warga dari berbagai daerah mengungkapkan bahwa infeksi meluas, rumah sakit penuh sesak, kasus berat meningkat, dan kematian mendadak tanpa gejala semakin sering terjadi.

Di tengah laporan penyusutan populasi, berbagai daerah justru membangun rumah sakit baru, krematorium, serta memperluas area pemakaman secara besar-besaran.

Pada 10 Februari, Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok merilis laporan situasi infeksi COVID-19 secara nasional. Dalam periode 1–31 Januari, tercatat 17.916 kasus terkonfirmasi baru, termasuk 60 kasus berat dan 1 kasus kematian.

Namun, sejumlah warga menyatakan bahwa data resmi tersebut tidak mencerminkan kondisi di lapangan. Mereka menuduh pemerintah daerah menyembunyikan tingkat keparahan wabah.

Kesaksian dari Berbagai Daerah

Pada 11 Februari, seorang warga Desa di Provinsi Jilin bermarga Su mengatakan kepada media bahwa banyak orang di sekitarnya mengalami infeksi berulang dan sulit sembuh. Sejumlah warga bahkan telah meninggal dunia.

Ia menyebutkan bahwa jumlah orang yang sakit flu sangat banyak hingga sulit mendapatkan antrean di rumah sakit. Menurutnya, gejala kali ini berbeda dari flu biasa, dan angka kematian meningkat. Di pedesaan, banyak rumah kosong karena penduduk berkurang drastis—sebagian meninggal, sebagian pindah, dan generasi muda banyak meninggalkan kampung halaman.

Seorang warga Kota Ganzhou, Provinsi Jiangxi, bermarga Wang, juga menyampaikan bahwa banyak orang mengalami gejala mirip flu, dan kasus kematian mendadak tanpa tanda-tanda sebelumnya meningkat. Ia mengatakan mengenal beberapa orang berusia tiga puluhan yang tiba-tiba meninggal, meski sebelumnya tampak sehat.

Di Kota Hohhot, Mongolia Dalam, seorang warga bermarga Mu menyampaikan situasi serupa. Ia mengatakan banyak orang mengalami batuk, pilek, dan sakit tenggorokan. Kasus pneumonia berat dengan kondisi “paru-paru putih” juga disebut sering terjadi dan sulit pulih.

Ia menambahkan bahwa rumah sakit setempat selalu penuh. Pusat perbelanjaan terlihat sepi, sementara rumah sakit dipadati pasien. Menurutnya, pihak rumah sakit kini jarang menyebut istilah “virus” dan lebih sering menyebutnya sebagai influenza musiman, terutama pada musim dingin.

Mu juga menyatakan bahwa menurut pengamatannya, kematian mendadak terus terjadi selama beberapa tahun terakhir, termasuk pada usia relatif muda. Ia menggambarkan kondisi jalanan yang semakin sepi dibandingkan masa lalu.

Seorang warga lain di Hohhot bermarga Zhang mengatakan banyak orang mengalami gejala berat seperti pneumonia dan “paru-paru putih”, serta kematian mendadak. Karena jumlah pasien sangat banyak, rumah sakit kewalahan dan obat-obatan mengalami kekurangan.

Ia menambahkan bahwa pasien kini diarahkan ke klinik komunitas, sementara pembelian obat dibatasi pada apotek tertentu. Namun, obat-obatan sering kali tidak tersedia. Ia juga menyebutkan bahwa pengawasan informasi semakin ketat.

Di Kota Ordos, Mongolia Dalam, seorang warga bermarga Qi mengatakan bahwa kematian terus terjadi di sekitarnya, dengan beberapa kasus pada usia 40-an hingga remaja. Ia menyebutkan bahwa krematorium setempat telah diperluas dan fasilitas baru dibangun.

Menurutnya, industri pemakaman kini mengalami peningkatan aktivitas, sementara sektor lain seperti pesta pernikahan menurun drastis. Ia mengatakan bahwa setelah kremasi, abu wajib dimakamkan di pemakaman umum dengan biaya sekitar 60.000 hingga 80.000 yuan. Ia juga menyebut bahwa praktik pemakaman keluarga tradisional kini tidak lagi diizinkan.

Pembangunan Rumah Sakit dan Krematorium

Meskipun terdapat laporan penurunan populasi, sejumlah daerah tetap menginvestasikan dana besar untuk membangun rumah sakit dan krematorium baru.

Di antaranya, Kota Guangshui di Provinsi Hubei dan Kota Zhaotong di Provinsi Yunnan dilaporkan membangun fasilitas krematorium berskala besar. Di Mongolia Dalam dan wilayah lain juga dibangun rumah sakit besar serta fasilitas pemakaman baru.

Sejumlah warga menyatakan bahwa kondisi ekonomi dalam negeri semakin memburuk, wabah menyebar, namun pemerintah dinilai tidak memberikan perhatian memadai terhadap kesulitan rakyat.

Mereka juga menuding adanya pembatasan informasi yang semakin ketat, serta menyerukan agar masyarakat internasional memberi perhatian pada kondisi kehidupan dan hak asasi manusia warga Tiongkok. (Jhon)

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menteri LH: Gugatan ke 6 perusahaan terkait bencana Sumut masih jalan
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Polda Kalbar Rekomendasikan PTDH untuk Anggotanya Terkait Narkoba
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Gus Ipul Minta Wali Kota Denpasar Cabut Pernyataan soal BPJS PBI
• 7 jam lalusuara.com
thumb
Soroti Korupsi, Prabowo Lebih Takut Birokrat daripada Kuntilanak
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Update Banjir Jember: Meluas Jadi 22 Desa, 557 Orang Mengungsi
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.