Ressa Rizky Rossano mengaku bahwa sampai saat ini, penyanyi Denada tak kunjung menemui dirinya. Padahal beberapa waktu belakangan, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di Jakarta agar memudahkan Denada untuk menemuinya.
"Ressa kan di Jakarta, pasti tahu teman-teman kakak-kakak semua pun tahu Ressa ada di mana kenapa nggak langsung aja gitu," ujar Ressa Rossano kepada wartawan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Kendati demikian, Ressa mengatakan Denada memang sudah menghubungi secara langsung lewat pesan singkat. Hanya saja, Ressa ingin bisa berbincang dan bertemu secara langsung dengan ibu kandungnya itu.
"Sudah Ressa balas kok. (Tapi) Belum balas lagi. Iya sangat ingin, sangat ingin (bertemu) gitu," ucap Ressa.
Kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, memahami betul perasaan kliennya saat ini. Lama tak berinteraksi langsung dengan ibu kandungnya, jelas membuat Ressa canggung.
"Dia menunjukkan sama saya balasan chat itu panjang sekali. Jadi di situ saya baca ada kecanggungan bagi dia sebetulnya untuk memulai lagi komunikasi yang yang agak sedikit intens dari anaknya ke ibundanya begitu," ungkap Ronald Armada.
"Itu makanya kalau tanya dulu panggil 'Mbak' kalau sekarang masih panggil 'Mbak' mau panggil 'Ibu' atau gimana itu kan canggung," sambungnya.
Ronald menduga Denada yang tak kunjung muncul lantaran ia merasa tak enak hati untuk bertemu dengan Ressa dan orang tua asuhnya.
"Kalau saya lihat itu Denada itu ada keinginan untuk ketemu dia tapi ada ketakutan untuk ketemu dengan orang tua saya. Yang saya baca, ya, situasinya kalau dia memang betul-betul mengakui bersalah, betul-betul dia gentleman ya," kata Ronald.
"Makanya kenapa, kok, bisa anak ketemu dengan orang tua, jadi takut kan gitu itu aja lah," pungkasnya.
Sebelumnya, Pria bernama Ressa Rizky Rossano yang mengaku sebagai anak biologis Denada, melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Banyuwangi pada 26 November 2025.
Gugatan Ressa terhadap Denada terdaftar dengan nomor perkara 288/Pdt.G/2025/PN Byw. Gugatan tersebut berkaitan dengan dugaan tindak penelantaran anak.
Sidang perdana telah digelar pada 8 Januari 2026 dan Denada hanya diwakilkan oleh kuasa hukum. Kedua belah pihak diberi waktu untuk melakukan mediasi, namun sayang tak ditemukan titik temu. Sehingga sidang pun berlanjut ke pokok perkara.
Meski Denada sudah meminta maaf secara terbuka dan mengakui penyesalannya, pihak Ressa Rossano memilih untuk tetap melanjutkan gugatan senilai Rp 7 miliar sebagai bentuk tuntutan keadilan atas penelantaran dan perlakuan terhadap keluarga asuhnya selama puluhan tahun.





