Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tampil sebagai top stock sepekan, mendominasi perdagangan baik dari sisi volume, nilai, maupun frekuensi transaksi.
IDXChannel – Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tampil sebagai top stock sepekan, mendominasi perdagangan baik dari sisi volume, nilai, maupun frekuensi transaksi.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), BUMI mencatat volume terbesar mencapai 50,27 miliar saham atau 22,22 persen dari total volume transaksi bursa.
Dari sisi nilai, saham ini membukukan transaksi sebesar Rp13,32 triliun atau 11,49 persen pangsa pasar. Sementara frekuensi perdagangan menembus 875 ribu kali atau 6,40 persen dari total transaksi.
Lonjakan aktivitas tersebut sejalan dengan reli harga sahamnya. Dalam sepekan, BUMI melesat 29,2 persen ke Rp292 per saham dan menyumbang 17,13 poin terhadap penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Secara keseluruhan, IHSG ditutup turun 0,64 persen ke level 8.212,27 pada Jumat (13/2/2026). Namun secara mingguan, indeks masih mencatat kenaikan 3,49 persen meski dibayangi net sell asing Rp6,12 triliun di pasar reguler.
Menariknya, di tengah derasnya aksi lepas asing senilai Rp1,97 triliun pada saham BUMI, harga justru melaju kencang. Penguatan ini menjadi upaya pemulihan setelah sebelumnya tertekan tajam akibat peringatan MSCI pada akhir Januari lalu.
Di sisi korporasi, BUMI kembali melanjutkan aksi pendanaan melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan I dengan target dana hingga Rp5 triliun.
Sebelumnya, perseroan telah menerbitkan Obligasi Tahap I sebesar Rp350 miliar, Tahap II Rp721,61 miliar, dan Tahap III Rp780 miliar sepanjang 2025.
Kini, BUMI bersiap menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2026 senilai Rp612,75 miliar. Obligasi ini ditawarkan pada harga 100 persen dari nilai pokok dengan bunga tetap 7,25 persen per tahun dan tenor tiga tahun sejak tanggal emisi.
Pembayaran pokok dilakukan sekaligus saat jatuh tempo (bullet payment), sedangkan bunga dibayarkan setiap tiga bulan, dengan pembayaran pertama pada 20 Mei 2026 dan pelunasan akhir pada 20 Februari 2029.
Obligasi diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai bukti utang kepada pemegang obligasi.
Perseroan membuka peluang penerbitan Obligasi Tahap V dan tahap selanjutnya sesuai kebutuhan pendanaan ke depan. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.





