Sistem Laser Baru Ukraina Menghancurkan Drone Musuh Tanpa Suara atau Cahaya

erabaru.net
12 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Ukraina dilaporkan telah mengembangkan sistem pertahanan udara senyap yang mampu menghancurkan drone Rusia di udara tanpa suara atau jejak yang terlihat.

Prototipe sistem, yang dikenal sebagai Sunray, baru-baru ini didemonstrasikan di lapangan, di mana sistem tersebut membakar sebuah UAV kecil dalam hitungan detik, menyebabkannya jatuh dari langit, menurut The Atlantic.

Menceritakan skenario tersebut, reporter The Atlantic Simon Shuster mengatakan sistem laser, yang dikenal sebagai meriam laser, ditempatkan di atap truk pikap di lapangan kosong. Kemudian, dari jarak beberapa ratus meter, seorang insinyur meluncurkan sebuah drone kecil. Tak lama kemudian, kamera laser secara otomatis melacak drone tersebut.

Operator kemudian berteriak, “Tembak,” dan segera drone tersebut terbakar di udara.

“Dalam hitungan detik, drone mulai terbakar seolah-olah disambar petir tak terlihat, lalu jatuh ke tanah dalam lengkungan api,” kata Shuster.

Ini adalah pertama kalinya Ukraina memamerkan senjata laser Sunray. Sebelumnya dikenal sebagai “Trident”, laser ini tidak mengeluarkan suara atau pancaran cahaya yang terlihat. Kolonel Vadym Sukharevsky, yang memimpin Pasukan Sistem Tak Berawak Ukraina, mengatakan Sunray dapat mengenai pesawat Rusia hingga jarak 1,2 mil (sekitar 2 km) di langit, seperti yang dilaporkan oleh NY Post.

Sunray bukanlah senjata laser pertama di dunia. Angkatan Laut AS memiliki sistem laser sendiri yang disebut Helios, yang dikembangkan oleh Lockheed Martin dengan biaya 150 juta dolar dan membutuhkan waktu empat tahun untuk dibangun, dibandingkan dengan Sunray yang dibangun hanya dalam dua tahun.

Sunray dapat dijual dengan harga beberapa ratus ribu dolar per unit, menjadikannya jauh lebih murah daripada senjata laser buatan AS yang serupa.

Pada bulan Januari, Mykhailo Fedorov, Menteri Pertahanan Ukraina, mengatakan: “Pengembangan ‘kubah anti-drone’ adalah kebutuhan mendesak. Ini bukan tentang masa depan. Ini tentang kelangsungan hidup hari ini,” seperti yang dilaporkan oleh The Kyiv Post.

Pavlo Yelizarov, yang baru-baru ini diangkat sebagai komandan pasukan pertahanan udara Kyiv, menunjukkan bahwa para pembuat senjata Ukraina secara pribadi terlibat dalam perjuangan melawan Rusia, tidak seperti perusahaan-perusahaan Amerika yang sebagian besar berfokus pada keuntungan.

“Banyak perusahaan Amerika didorong oleh uang. Bagi mereka, itu adalah pekerjaan. Mereka melakukannya. Mereka dibayar. Kita memiliki komponen lain yang berperan: kebutuhan untuk bertahan hidup,” katanya. (yn)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AS Pertimbangkan Tekanan ke Iran, Trump Singgung Perubahan Rezim
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Konser Comeback BTS: Tim Antiteror Dibentuk, Komunitas Online Dipantau Ketat
• 9 jam lalugenpi.co
thumb
Purbaya Tegaskan Ekonomi Membaik di Level Masyarakat hingga Produsen
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hari Kanker Anak Sedunia, Ini yang Orang Tua Perlu Pahami!
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Pasangan Suami Istri Bisu
• 7 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.