Kanker merupakan salah satu masalah kesehatan serius di Indonesia dan bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Ya Moms, penyakit ini tidak mengenal status sosial, ekonomi, gender, dan ras.
Dan setiap tanggal 15 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Anak Sedunia (International Childhood Cancer Day).
Momen peringatan ini diharapkan dapat memberi dukungan kepada anak-anak yang sedang berjuang melawan kanker. Dan juga bisa meningkatkan kesadaran terkait kanker anak yang mungkin belum banyak diketahui orang tua.
Menurut data Global Burden of Cancer Study (Globocan) tahun 2020, di antara 80 juta anak di Indonesia terestimasikan ada 10 ribu kasus baru. Ini membuat Indonesia ikut menyumbang 2,5 persen dari 90 persen kejadian kanker anak di dunia.
Masih data di tahun yang sama, kasus kanker anak juga jumlahnya tidak main-main, yaitu terdapat sekitar 11.156 kasus baru kanker pada anak usia 0-19 tahun.
Apa Saja Jenis Kanker Anak yang Paling Banyak Terjadi di Indonesia?1. Leukimia (kanker darah)
Leukimia merupakan jenis kanker yang paling umum menyerang anak-anak. Penyakit ini terjadi akibat produksi sel darah putih yang tidak normal di sumsum tulang, yang kemudian menyebar ke aliran darah dan dapat mengganggu fungsi organ tubuh lainnya.
2. Limfoma non hodgkin (kanker kelenjar getah bening)
Kanker ini menyerang sistem limfatik yang berfungsi sebagai pertahanan tubuh. Menurut IDAI, Limfoma Non-Hodgkin pada anak cenderung tumbuh dengan sangat cepat dan agresif, seringkali bermanifestasi sebagai pembengkakan kelenjar getah bening yang tidak nyeri, terutama di area leher, ketiak, atau selangkangan.
3. Tumor otak
Gejalanya sangat bervariasi tergantung pada lokasi tumor, namun Kemenkes mengingatkan orang tua untuk waspada jika anak mengalami sakit kepala kronis yang disertai muntah menyemprot di pagi hari serta gangguan keseimbangan atau koordinasi.
4. Tumor ginjal
Jenis kanker ini biasanya menyerang anak di bawah usia 5 tahun. Salah satu tanda klinis yang sering ditemukan adalah adanya massa atau benjolan pada perut yang biasanya tidak disertai rasa sakit, namun terkadang diikuti dengan gejala seperti kencing berdarah (hematuria) dan demam.
5. Osteosarkoma (Kanker tulang)
Kanker ini biasanya muncul di area sekitar lutut (ujung tulang paha atau tulang kering) dan bahu. Dengan gejala awal berupa nyeri tulang yang menetap terutama pada malam hari atau setelah beraktivitas, serta diikuti dengan pembengkakan atau benjolan yang terasa hangat di area tersebut.
6. Retinoblasma
Retinoblastoma merupakan tumor ganas dalam mata yang paling umum terjadi pada masa kanak-kanak, biasanya menyerang anak di bawah usia 5 tahun. Tanda ang paling khas adalah munculnya manik mata berwarna putih (leukokoria) atau "mata kucing" saat terkena cahaya, yang seringkali disertai dengan mata juling (strabismus), kemerahan, atau pembengkakan pada bola mata.
Gejala Kanker Anak yang Harus DiwaspadaiSebagai orang tua, kita mungkin was-was. Apalagi, penyebab terjadinya kanker anak sering tidak disadari.
Kanker pada anak-anak seringkali sulit dikenali karena gejalanya mirip dengan penyakit lain yang lebih ringan. Makanya, dokter sering mendapati anak yang mengidap kanker baru terdeteksi setelah memasuki fase stadium akhir.
Hingga saat ini, penyebab kanker pada anak belum diketahui secara pasti. Namun terdapat beberapa tanda dan gejala yang umum dan patut dicurigai kanker pada anak, yakni:
Kulit pucat, memar/pendarahan dan nyeri tulang.
Terlihat adanya benjolan atau pembengkakan yang tidak nyeri dan tanpa demam. Atau adanya tanda-tanda infeksi lain.
Penurunan berat badan atau demam tanpa sebab yang jelas, batuk yang menetap atau sesak napas dan berkeringat di malam hari.
Perubahan-perubahan yang terjadi pada mata seperti terlihatnya manik putih, juling, hilangnya penglihatan dan memar/bengkak di sekitar mata.
Perut membuncit.
Sakit kepala yang menetap atau berat. Kemudian muntah, yang biasanya terjadi pada pagi hari atau dapat memburuk dari hari ke hari.
Nyeri pada tangan, kaki atau tulang, sehingga mengalami pembengkakan tanpa riwayat trauma atau infeksi.
Bila si kecil mengalami gejala-gejala dicurigai terkena kanker di atas, sebaiknya segera dibawa ke puskesmas, rumah sakit, atau fasilitas kesehatan lainnya. Sehingga, dokter akan mengonfirmasi apakah gejala yang dijumpai anak adalah benar kanker atau bukan.
Bisakah Kanker pada Anak Dicegah?Meski begitu, ternyata penyakit kanker pada anak ternyata tidak bisa dicegah, Moms. Apa alasannya?
"Sering ditanya, sebenarnya kanker anak bisa dicegah enggak sih? Ini berbeda [dengan orang dewasa], kanker pada anak enggak bisa dicegah karena mereka mempunyai kecenderungan memiliki perubahan gen yang diturunkan dari orang tuanya. Gen yang dimiliki oleh anak tersebut memang sudah berbeda dari normalnya," jelas Ketua UKK Hematologi - Onkologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Teny Tjitra Sari, Sp.A(K), MPH dalam webinar IDAI.
Selain berkaitan dengan genetik, bisa juga dipengaruh pola hidup yang dijalani si kecil. Jadi, usahakan untuk menerapkan pola hidup dan makan yang sehat.





