Sejak berdiri pada 1948, Korea Utara (Korut) tak pernah lepas dari satu nama keluarga: Kim. Selama lebih dari tujuh dekade, kekuasaan di negara tertutup itu diwariskan secara turun-temurun, membentuk apa yang kerap disebut sebagai “dinasti Kim”.
Korut berdiri dengan nama resmi Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) berbentuk republik sosialis/komunis. Negara ini beroperasi sebagai negara satu partai (Partai Buruh Korea) dengan sistem pemerintahan totaliter di bawah kepemimpinan dinasti Kim.
Pemimpin tertingginya mengatur militer, politik, dan ekonomi terpusat secara absolut. Berikut jejak kepemimpinan dinasti Kim dari masa ke masa.
Kim Il-sung (1948-1994)Kim Il-sung adalah pendiri Korea Utara sekaligus pemimpin pertamanya. Ia menjabat sebagai Perdana Menteri sejak 1948, lalu menjadi Presiden pada 1972 hingga wafat pada 1994.
Menurut laporan Reuters, Kim Il-sung memperkenalkan ideologi Juche atau kemandirian nasional yang menjadi fondasi politik negara itu.
Setelah meninggal, ia ditetapkan sebagai “Presiden Abadi”, gelar simbolik yang menegaskan posisinya dalam sistem negara.
Kim Jong-il (1994-2011)Kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh putranya, Kim Jong-il. Ia secara resmi mengambil alih kekuasaan setelah ayahnya wafat pada 1994 dan memimpin hingga 2011.
AP News mencatat, Kim Jong-il dikenal dengan kebijakan Songun atau “militer didahulukan”.
Di bawah kepemimpinannya, Korut melakukan uji coba nuklir pertamanya pada 2006. Masa pemerintahannya juga diwarnai krisis ekonomi dan kelaparan hebat pada 1990-an.
Kim Jong-un (2011-sekarang)Tongkat estafet kekuasaan berpindah ke generasi ketiga pada 2011, ketika Kim Jong-un diumumkan sebagai penerus. Saat itu usianya masih sekitar akhir 20-an, menjadikannya salah satu kepala negara termuda di dunia.
Reuters melaporkan, Kim Jong-un mempercepat pengembangan program nuklir dan rudal balistik, yang memicu sanksi internasional lebih ketat.
Namun ia juga mencatat momen diplomasi penting, termasuk pertemuan langsung dengan Presiden AS saat itu, Donald Trump, pada 2018 dan 2019.
Kim Ju AeSorotan terbaru mengarah pada putri Kim Jong-un, Kim Ju Ae. Sejak pertama kali diperkenalkan ke publik pada 2022 saat uji coba rudal, ia beberapa kali tampil mendampingi ayahnya dalam acara militer penting.
Media pemerintah menyebut Ju Ae sebagai “anak paling dihormati” dan “putri tercinta”.
Dinas Intelijen Nasional Korea Selatan mengatakan Ju Ae sekarang telah secara jelas "ditunjuk sebagai penerus", kata anggota parlemen Lee Seong-kweun setelah pengarahan parlemen dengan badan intelijen tersebut sebagaimana dilaporkan AFP pada Kamis (12/2).
Meski belum ada pengumuman resmi dari Pyongyang, pola suksesi turun-temurun di keluarga Kim membuat spekulasi itu terus menguat. Jika benar, maka Korut akan memasuki generasi keempat kepemimpinan dinasti Kim.





