Pesan Hamas Kepada Indonesia Soal Rencana Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia akan mengirim pasukan TNI ke Gaza sebagai bagian dari pasukan perdamaian. Pejabat Hamas mengatakan telah berkomunikasi dengan Indonesia dan menekankan agar bersikap netral.

Pejabat senior Hamas, Osama Hamdan kepada Al Jazeera mengatakan bahwa Palestina menolak segala bentuk perwalian asing atas Gaza. Hamdan mengatakan bahwa setiap pasukan internasional yang dikerahkan ke wilayah tersebut harus dibatasi pada tugas-tugas perbatasan dan mencegah serangan Israel tanpa campur tangan dalam pemerintahan internal.

Hamdan juga menanggapi rencana Indonesia untuk mengirim ribuan pasukan ke Gaza sebagai bagian dari pasukan perdamaian. Hamdan mengatakan bahwa Hamas telah berkomunikasi langsung dengan Indonesia.

"Kami menekankan bahwa setiap pasukan asing harus tetap netral dan tidak bertindak dengan cara yang bertentangan dengan kehendak Palestina atau berfungsi sebagai pengganti pendudukan Israel," ujar Hamdan dilansir dari Jordan Daily pada beberapa waktu lalu.

Hamdan juga mengatakan bahwa para pejabat Indonesia telah meyakinkan Hamas bahwa peran mereka akan terbatas. Pasukan Indonesia juga akan terpisah dari pasukan Israel dan Palestina serta mencegah agresi.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa kemungkinan Indonesia akan mengirim 8.000 pasukan ke Gaza.

Baca Juga

  • Jumlah Pasukan TNI yang Dikirim ke Gaza Diputuskan Akhir Februari
  • Istana: RI Bakal Kirim 8.000 Pasukan TNI ke Gaza
  • Indonesia Bersiap Jadi Negara Pertama yang Kirim Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Gaza

"[Jumlah personel] Belum. Sedang dibicarakan, tapi ada kemungkinan kita akan kurang lebih di angka 8.000 itu," ujar Prasetyo di Stasiun Gambir usai konferensi pers pada Selasa (10/2/2026).

Dia menjelaskan Indonesia baru mempersiapkan diri untuk mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza. Apabila suatu waktu sudah ada kesepakatan, maka Indonesia siap langsung mengirim pasukan.

"Ini [pengiriman pasukan perdamaian] tentu sebagai sebuah komitmen. Bahwa yang kita lakukan kan yang pasti adalah masalah BOP [Board of Peace/Dewan Perdamaian] serta dengan seluruh turunan teknisnya Ini kan bagian dari komitmen bangsa," ujar Prasetyo. 

Menurutnya, dengan Indonesia masuk ke dalam BoP, Indonesia menghendaki pengakuan bangsa Palestina. Kemudian, Indonesia melakukan upaya untuk bisa membantu masyarakat di Gaza. 

"Setidaknya itu kita berharap akan mengurangi eskalasi konflik yang ada di Gaza," ujar Prasetyo. 

Sementara, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjelaskan kesiapan TNI AD seiring dengan pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza.

Maruli mengatakan pihaknya masih menunggu hasil koordinasi Mabes TNI terkait pengiriman pasukannya ke Gaza. Menurutnya, nanti TNI AD akan menerima permintaan personel dengan karakter tertentu.

"[Persiapannya] Sudah mulai berlatih orang-orang yang kemungkinan. Kan kita nanti jadi perdamaian, jadi berarti Zeni, kesehatan yang seperti-seperti itu kami siapkan," ujar Maruli di Kompleks Istana Kepresidenan pada Senin (9/2/2026).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf Bertolak ke Arab Saudi Tinjau Kesiapan Layanan Haji 2026 dan Hadiri Forum Umrah
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Pemprov DKI Pasang Spanduk Waspada Jalan Berlubang di Sejumlah Titik
• 4 jam laludetik.com
thumb
Update Penembakan Smart Av: Polisi Olah TKP, Pengamanan Bandara Diperkuat
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Danantara Incar Lahan Super Strategis, Tanah 600 Meter dari Masjidil Haram Siap Dibeli untuk Kampung Haji
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Arab Saudi Diperkirakan Mulai Ramadan 19 Februari, Kemungkinan Berlangsung 30 Hari
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.