Jakarta, tvOnenews.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) meningkatkan ambisinya dalam proyek Kampung Haji di Makkah, Arab Saudi.
Setelah mengamankan aset hotel dan kawasan properti, pemerintah kini membidik lahan yang jauh lebih dekat dengan pusat ibadah umat Islam dunia, Masjidil Haram.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan langkah berikutnya adalah pembelian tanah yang hanya berjarak ratusan meter dari Masjidil Haram, menjadikan proyek tersebut masuk kategori kawasan premium di Makkah.
“Next-nya yang akan kami lakukan pembelian lahan kurang lebih jaraknya adalah 600 meter dari Masjidil Haram,” ujar Rosan Roeslani, di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, dikutip Sabtu (14/2/2026).
Sebelumnya, Danantara telah lebih dulu mengakuisisi aset perhotelan Novotel Makkah serta real estate di kawasan Thakher City yang berada sekitar 2,5 kilometer dari Masjid Al-Haram. Kawasan itu menjadi fondasi awal pengembangan Kompleks Haji (Haji Complex) bagi jamaah Indonesia.
Pengembangan proyek tidak hanya berupa hunian. Rosan mengungkapkan, kawasan Kampung Haji juga akan dilengkapi akses terowongan langsung, meski belum dijelaskan secara rinci konektivitasnya di wilayah Makkah.
“Ada terowongan langsung, dan ini yang sudah kami sudah lakukan pembelian hotel maupun lahan di Kampung Haji,” ujar Rosan.
Dalam rencana besar tersebut, Danantara akan membangun infrastruktur akomodasi skala masif. Pemerintah menyiapkan 13 gedung hunian untuk menampung jamaah haji dan umrah asal Indonesia, menandai langkah serius negara mengelola layanan haji secara mandiri di Tanah Suci.
“Ini penandatanganan pada 14 Desember (2025) lalu, dan ini denah yang akan kita bangun, 13 tower yang akan kami bangun di wilayah itu,” ujar Rosan.
Proyek ini diposisikan sebagai penguatan layanan ibadah sekaligus investasi strategis luar negeri, dengan kawasan Thakher City menjadi pijakan awal sebelum ekspansi menuju area yang semakin dekat dengan Masjidil Haram. (agr/ree)



