Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga menginginkan agar Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) digelar mulai dari tingkat kelurahan hingga provinsi untuk memperkuat nilai keagamaan di tengah Ibu Kota.
"Saya betul-betul menginginkan yang namanya Musabaqah Tilawatil Quran atau MTQ diadakan mulai dari kelurahan, dari kelurahan naik ke kecamatan, dari kecamatan naik ke provinsi, memperebutkan Piala Gubernur dan sekaligus siapa yang menjadi pemenang, kita kirim secara nasional dan internasional," Gubernur DKI Pramono Anung kepada wartawan di Festival Bandeng Rawa Belong, Jakarta Barat, Sabtu.
Menurut Pramono, penyelenggaraan MTQ secara berjenjang tidak hanya menjadi ajang kompetisi membaca Al-Qur’an, tetapi juga sebagai sarana pembinaan generasi muda agar lebih dekat dengan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini.
Dengan sistem berlapis dari lingkungan paling kecil, katanya, diharapkan partisipasi masyarakat dapat meningkat sekaligus memperluas kesempatan anak-anak untuk mengasah kemampuan membaca Al-Qur’an.
Baca juga: Pemkot Jakut gelar MTQ bangun kecintaan pada Al Quran
Pramono juga menilai kegiatan keagamaan seperti MTQ dapat menjadi ruang positif yang mendorong anak-anak dan remaja kembali aktif belajar di surau, masjid, maupun mushalla.
Kemudian, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat karakter generasi muda agar memiliki fondasi moral dan spiritual yang baik di tengah tantangan kehidupan perkotaan yang semakin dinamis.
Ia juga berharap ajang itu dapat memunculkan bibit-bibit unggul yang nantinya mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
“Diharapkan dengan adanya kegiatan positif bagi anak muda mampu melahirkan juara yang kuat dalam keagamaan,” ujarnya.
Baca juga: Pemprov apresiasi para kafilah Jakarta atas prestasi di MTQ Nasional
Lebih lanjut, Pramono menyampaikan bahwa puncak kegiatan MTQ tersebut direncanakan digelar pada 17 Agustus bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut dia, momentum tersebut tepat untuk menumbuhkan semangat kebangsaan sekaligus religius di kalangan masyarakat, terutama generasi muda.
“Saya mengharapkan bahwa acara ini puncaknya di 17 Agustus dalam rangka menyambut kemerdekaan bangsa. Pasti anak-anak bermimpi suatu hari menjadi pemenang MTQ pada tingkat provinsi dan mendapatkan kesempatan untuk secara nasional maupun internasional,” katanya.
Rencana pelaksanaan MTQ berjenjang itu juga dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperluas ruang kegiatan positif berbasis komunitas.
Baca juga: Pemkot Jakarta Timur selenggarakan MTQ khusus tunanetra
Maka itu, lanjutnya, dengan melibatkan kelurahan dan kecamatan sebagai titik awal pelaksanaan, pemerintah berharap interaksi antarwarga dapat semakin kuat, sekaligus mempererat hubungan sosial melalui kegiatan keagamaan.
"Saya betul-betul menginginkan yang namanya Musabaqah Tilawatil Quran atau MTQ diadakan mulai dari kelurahan, dari kelurahan naik ke kecamatan, dari kecamatan naik ke provinsi, memperebutkan Piala Gubernur dan sekaligus siapa yang menjadi pemenang, kita kirim secara nasional dan internasional," Gubernur DKI Pramono Anung kepada wartawan di Festival Bandeng Rawa Belong, Jakarta Barat, Sabtu.
Menurut Pramono, penyelenggaraan MTQ secara berjenjang tidak hanya menjadi ajang kompetisi membaca Al-Qur’an, tetapi juga sebagai sarana pembinaan generasi muda agar lebih dekat dengan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini.
Dengan sistem berlapis dari lingkungan paling kecil, katanya, diharapkan partisipasi masyarakat dapat meningkat sekaligus memperluas kesempatan anak-anak untuk mengasah kemampuan membaca Al-Qur’an.
Baca juga: Pemkot Jakut gelar MTQ bangun kecintaan pada Al Quran
Pramono juga menilai kegiatan keagamaan seperti MTQ dapat menjadi ruang positif yang mendorong anak-anak dan remaja kembali aktif belajar di surau, masjid, maupun mushalla.
Kemudian, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat karakter generasi muda agar memiliki fondasi moral dan spiritual yang baik di tengah tantangan kehidupan perkotaan yang semakin dinamis.
Ia juga berharap ajang itu dapat memunculkan bibit-bibit unggul yang nantinya mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
“Diharapkan dengan adanya kegiatan positif bagi anak muda mampu melahirkan juara yang kuat dalam keagamaan,” ujarnya.
Baca juga: Pemprov apresiasi para kafilah Jakarta atas prestasi di MTQ Nasional
Lebih lanjut, Pramono menyampaikan bahwa puncak kegiatan MTQ tersebut direncanakan digelar pada 17 Agustus bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut dia, momentum tersebut tepat untuk menumbuhkan semangat kebangsaan sekaligus religius di kalangan masyarakat, terutama generasi muda.
“Saya mengharapkan bahwa acara ini puncaknya di 17 Agustus dalam rangka menyambut kemerdekaan bangsa. Pasti anak-anak bermimpi suatu hari menjadi pemenang MTQ pada tingkat provinsi dan mendapatkan kesempatan untuk secara nasional maupun internasional,” katanya.
Rencana pelaksanaan MTQ berjenjang itu juga dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperluas ruang kegiatan positif berbasis komunitas.
Baca juga: Pemkot Jakarta Timur selenggarakan MTQ khusus tunanetra
Maka itu, lanjutnya, dengan melibatkan kelurahan dan kecamatan sebagai titik awal pelaksanaan, pemerintah berharap interaksi antarwarga dapat semakin kuat, sekaligus mempererat hubungan sosial melalui kegiatan keagamaan.





